LDC UHO Riset Bawah Laut di Kolut – Fajar Sultra
News

LDC UHO Riset Bawah Laut di Kolut

MANSIRAL USMAN/BERITA KOTA KENDARI
PENELITIAN. Mahasiswa Langkoe Diving Club, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo foto bersama dengan latar belakang Pantai Berova Kolaka Utara, beberapa waktu lalu.

LASUSUA, BKK- Sebanyak 37 mahasiswa yang tergabung dalam Langkoe Diving Club (LDC), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Halu Oleo (UHO), menggelar Ekspedisi Mini XV untuk riset bawah laut Kolala Utara (Kolut).

Ketua LDC UHO, Samsudin mengatakan, ekspedisi ini bertujuan untuk meningkatkan skil selam dan riset bawah air guna menciptakan kader yang komprehentif dan berjiwa sosial.

“LDC akan melakukan kegiatan ini selama 7 hari di beberapa titik Pantai Berova dan rumah karang Pasitodo untuk mengeksplorasi dan melakukan konservasi ekosistem pesisir,” kata Samsudin, usai diterima perwakilan Dinas Kelautan dan perikanan (DKP) Kolut, akhir pekan lalu.

Menurut Samsudin Kolaka Utara dipilih sebagai objek riset dan ekpedisi dengan pertimbangan besarnya perhatian Pemkab Kolut dalam melestarikan ekosistem pantai dan laut. Ini terlihat dari peran serta Pemda dalam membangun sarana wisata pesisir yang berbasis pendidikan dan olah raga yang ramah lingkungan.

“Pemda Kolut pernah menggelar kegitan penanaman terumbu karang meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kabupaten penanam terumbu karang terbanyak, dengan jumlah 33.000.000 stek dalam 3 hari,” ujar Samsudin.

Selain melakukan penyelaman untuk mengambil data terumbu karang serta jenisnya, tim yang dibagi menjadi tiga kelompok ini juga akan melakukan penelitian terhadap jenis-jenis ikan atau biota laut yang ada di laut Kolaka Utara.

Peserta juga akan melakukan bakti sosial dengan melakukan pembersihan pantai dari sampah plastik, sekaligus memberikan pemahaman pada masyarakat untuk tidak membuang sampah di laut.

Samsudin menambahkan, sejauh ini, hasil riset menunjukkan bahwa terumbu karang di Kolaka Utara banyak yang mati akibat pemanasan global. Namun penelitian akan tetap dilanjutkan guna mengetahui penyebab lain dari matinya terumbu karang ini.

Kadis DKP Kolut, Muhlis Usman mengungkapkan pihaknya sangat menyambut baik riset yang dilakukan mahasiswa UHO tersebut. Sebab sampai saat ini, belum ada data tentang berapa jenis terumbu karang yang ada di Kolut.

“Kita harap riset ini akan mengungkapkan kepada kita ada berapa jenis terumbu karang yang hidup di Kolut. Ini juga untuk menunjukan pada masyarakat, khusunya nelayan yang masih melakukan ilegal fishing, terutama bom ikan bahwa keberadaan terumbu karang sangat penting untuk keberlanjutan ikan di laut,” kata Muhlis. (cr11/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top