Pungli Pengadaan VSAT Bakal Seret Tersangka Baru – Fajar Sultra
News

Pungli Pengadaan VSAT Bakal Seret Tersangka Baru

KENDARI – Kasus pungutan liar (Pungli) pengadaan Very Small Aperture Terminal (VSAT) sepertinya bakal menyeret tersangka baru.

Sebelumnya Penyidik Ditreskrimsus Unit 3 Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sultra telah menetapkan satu tersangka dari pegawai Honorer Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Konut atas nama Helmi Topa.

Bakal diseretnya tersangka baru tersebut, diungkapkan langsung Kasubdit 3 Tipikor Polda Sultra melalui Kasubbid PID Humas Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/4).

Dolfi mengatakan, dalam kasus ini bisa saja menyeret nama baru sebagai tersangka. Tentunya setelah pengumpulan barang bukti.

“Belum ada gelar perkara penetapan tersangka baru, masih pengumpulan berkas dengan memeriksa saksi-saksi,” kata Dolfi.

Sejatinya lanjut mantan Kapolsek Moramu itu, dalam kasus itu setelah dilakukan pengembangan mencuat dua nama baru sebagai calon tersangka. Daintaranya adalah Komisi Pengguna Anggaran (KPA) dan rekananan.

“Sudah ada dua nama baru lagi yang dikantongi oleh Penyidik. Kemungkinan yang akan menjadi tersangka berikutnya yaitu rekanan dan KPA. Hasil ini pengembangan penyidik setelah melakukan pemeriksaan terhaap saksi-saksi,” pungkasnya.

Sebelumnya ungkap Dolfi, berkas tersangka Helmi Topa sudah dikirim ke Kejaksaan pada akhir Bulan Maret lalu. Hingga sekarang belum dikembalikan dan belum ada penyampaian dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menelaa berkas tersangka.

“Suah ditahap satu hanya belum ada penyampaian hingga sekarang. Sedangkan untuk tersangka sendiri belum ditahan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Tim Saber Pungli Polda Sultra melakukan operasi tangkap tangan (OTT) bertempat di Mall Lippo Plaza Kendari terkait kasus pungli Pengadaan VSAT pada akhir tahun 2016. Dalam OTT tersebut Polisi menangkap pegawai Honorer Setda Konut Helmi Topa dan Kontraktor Pekerjaan SVAT berinisial AH.

Adapun barang bukti yang disita pada saat OTT tersebut yaitu berupa amplop putih tertuliskan PPTK yang berisi uang Rp. 1.000.000, PPBJ berisi uang Rp. 5.000.000, dan pemeriksa barang bukti sebanyak Rp. 3.000.000.

Sementara anggaran yang diproyeksikan dalam pengadaan VSAT tersebut berjumlah Rp 180 juta. Namun sebagian duit tersebut rencananya akan dibagi-bagi oleh tersangka kepada sejumlah rekanan untuk meloloskan proyek tersebut. (rs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top