Nur Alam Ingin Pensiun Indah – FAJAR Sultra
News

Nur Alam Ingin Pensiun Indah

KENDARI – Menjelang berakhirnya masa jabatannya yang tak cukup setahun lagi, sebagai gubernur sultra, Nur Alam sangat menginginkan pensiun dengan indah bersama wakilnya Saleh Lasata.

Indah menurut Nur Alam, yakni, bisa duduk bersama-sama dengan pensiun pegawai sebagai masyarakat biasa, didalam lingkungan sosial.

Begitupun juga saat bertemu dan bersilaturahim dengan masyarakat, semuanya berjalan dengan indah dengan tidak ada rasa kekecewaan selama dirinya memimpin.

“Indah karena tidak melihat saya dengan mata menjolok, karena merasa gajinya saya potong untuk kepentingan pribadi,” ujar Nur Alam dihadapan ribuan ASN yang diambil sumpahnya, di Grand Clarion Hotel and Convention Kendari, Selasa (18/4).

Berbagai toreahan kesuksesan yang terlihat dalam membangun Sultra, kata Nur Alam, bukan jadi kesuksesan dirinya dengan Saleh Lasata, selama dua periode pemimpin di bumi Anoa.

Namun merupakan kesuksesan dari kerja jajaran pegawai provinsi. “Yang sukses itu bukan saya dengan pan Saleh Lasata tapi seluruh ASN di Pemprov Sultra, ” tuturnya.

Jangan Perpengaruh Iming-iming Jabatan

Pada kesempatan itu pula, NA juga tak lupa mengingatkan kepada seluruh ASN agar tidak terpengaruh dengan iming-iming jabatan, kemudian menyetorkan sejumlah uang, untuk menjadi kepala sekolah.

“Selama saya laksanakan tugas dengan pak Saleh, saya tidak pernah memperjualbelikan jabatan. Begitu pula pada proses pengalihan beberapa kewenangan dan persenil pegawai dari kabupaten/kota ke provinsi termasuk guru SMA dan SMK, ” tegasnya.

Meski sudah berbuat demikian, tuturnya, dirinya tetap saja diterpa isu miring, pada pengalihan beberapa kewenangan dan persenil guru SMA dan SMK ke provinsi.

Dirinya mendapatkan isu yang tersebar dibeberapa daerah, terkait jual beli jabatan sebagai kepala sekolah. Bahkan seolah ada yang mengumpulkan guru, yang diiming-imingi akan menjadi kepala sekolah, dengan syarat menyetor sejumlah uang.

“Saya tegaskan tidak pernah lakukan jual beli jabatan. Jangankan sampai seperti itu, berpikir tentang itu saja tidak pernah dalam benak saya. Kalau ada yang bawa nama saya untuk itu bisa saja, karena menganggap dekat dengan saya,”.

“Meskipun baru sekali berkunjung ke Rujab, tapi menganggap sudah dekat sekali dengan saya. Apalagi kalau ada yang sudah kasi uang untuk naik jabatan, itu salah sendiri kasi uang ke jin (setan),” sindirnya.

Jika dirinya mau mengejar uang semata, maka dengan anggaran tunjangan penambah penghasilan (TPP) yang diberikannya kepada pegawai berjumlah Rp 160 miliar. Jika di depositokan jumlahnya sangat besar, bunga 10 persen setiap bulannya, bisa mendapat Rp 16 miliar.

Tapi dirinya tidak berpikir kesana, justru dirinya sengaja memberikan TPP, untuk menambah penghasilan PNS provinsi setiap bulannya.

Anggaran rutinnya saja sebesar Rp 600 juta pertahunnya, tak habis dipakainya selama setahun. “Tahun ini juga dianggarkan, tapi belum sampai 10 persen saya gunakan,” pungkasnya.

Karenannya, seluruh ASN diharapkannya jangan coba-coba tergiur dengan iming-iming menjadi pejabat dengan menyetor sejumlah uang. (rs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top