Dilarang Menimbun, Penambang Pasir Ilegal di Wakatobi Usir Petugas – FAJAR Sultra
News

Dilarang Menimbun, Penambang Pasir Ilegal di Wakatobi Usir Petugas

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas menimbun pasir secara ilegal dari para penambang yang diduga dilakukan PT Wakatobi Dive Resort (WDR) baru diketahui pihak Balai Taman Nasional (BTN) Wilayah III Wakatobi. Pejabat di instansi vertikal itu bahkan langsung melayangkan teguran lisan maupun tertulis. Sayangnya hingga kini, penyampaian untuk menghentikan kegiatan penimbunan pasir tersebut tak diindahkan pihak perusahaan asing dibidang jasa pariwisata itu.

Terbaru, BTN Wilayah III Wakatobi bahkan telah mendatangi perusahaan milik Lorens ini. Ironisnya, para petugas justru disuruh pulang. Tak hanya itu, pihak manajemen WDR bahkan menyebut tak akan menerima apapun dari pihak BTN, khususnya teguran. Kepala BTN III Wakatobi, Christ Awang menegaskan, pihaknya tak akan putus asa dalam urusan ini. Apalagi penambang pasir yang diduga menyedot pasir di dalam laut itu masuk dalam kawasan taman nasional. Sehingga BTN Wakatobi memiliki kewenangan untuk melakukan upaya-upaya tertentu guna menghentikan tindakan manajemen WDR. Meski surat peringatan yang dilayangkan pada tanggal 11 April lalu tidak diterima, BTN kembali mengirimkan surat via email.

“Sebelumnya staf kami yang ke sana tapi di suruh kembali. Kami tetap akan pantau hal ini. Bahkan saat ini kami tengah mempersiapkan data, bahan hingga informasi,” ujar Christ Awang, Kamis (20/4). Ia menilai, langkah pembelian pasir dari warga lokal yang dilakukan PT WDR hanya modus. Sehingga kesannya bukan perusahaan yang melakukan penambangan. “Tapi informasi yang kami himpun, penimbunan kawasan dengan pasir oleh pihak WDR sudah berlangsung lebih setahun. Kami masih mencari tahu kebenarannya,” tambah Christ.

Pihak BTN Wakatobi saat ini masih mengupayakan kelengkapan data dan analisa untuk memutuskan upaya selanjutnya dalam penanganan persoalan tersebut. “Apakah akan diselesaikan melalui jalur hukum atau seperti apa. Saat ini kami belum bisa berbicara banyak,” tandas Christ. (c/thy)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top