Pembangunan Pasar Sentral Laino Disetop – FAJAR Sultra
News

Pembangunan Pasar Sentral Laino Disetop

FITRI/BKK
Drs Sukarman

RAHA, BKK- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muna memutuskan untuk menyetop kegiatan pembangunan Pasar Sentral Laino, Raha. Keputusan itu diambil karena pihak pengembang tidak mampu menepati perjanjian perpanjangan waktu 50 hari sejak diberikan, akhir 2016 lalu.

Kadis Perindag Muna, Sukarman mengatakan, setelah proyek tersebut disetop, pihaknya akan turun bersama Inspektorat untuk melakukan audit fisik bangunan. “Kita cut off proyek ini. Senin depan kami akan turun bersama Inspektorat untuk menghitung progres fisik proyek,” katanya.

Sukarman sendiri mengaku kecewa karena pasar sentral ini tak kunjung bisa selesai. Padahal jika mengacu pada kontrak, proyek yang sudah menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar rupiah tersebut, seharusnya sudah rampung pada 31 Desember 2016 lalu.

Kemudian, Pemkab memberikan perpanjangan waktu kontrak selama 50 hari dan di saat yang sama memberikan pinalti atau denda kepada pengembang. Sayangnya, perpanjangan waktu yang diberikan juga tidak membuat proyek ini selesai.

“Pihak kontraktor memang sudah kita denda full sekitar Rp 600 jutaan atas keterlambatan mereka merampungkan proyek ini. Jaminan bank disita Pemda Muna. Lalu diperpanjang 50 hari kerja waktu itu, tetap tidak rampung,” kata Sukarman.

Sejauh ini, pencapaian fisik bangunan diperkirakan sudah mencapai 80 persen. Disperindag, lanjut Sukarman, akan menghitung pekerjaan yang belum diselesaikan dan anggaran yang masih tersisa.

Proyek ini dibangun di era Bupati LM Baharuddin pada 2015 lalu, dengan anggaran awal Rp 20 miliar. Pada 2016, anggarannya ditambah lagi sebesar Rp 26 miliar.

“Total anggaran proyek pasar sentral ini sangat besar, termasuk dana dari Tugas Pembantuan sebesar Rp 8 milliar. Kalau yang dibiayai dana TP sepertinya sudah rampung, tapi induk pasarnya yang belum rampung. Makanya kita denda full pihak rekanan dan akan kita putuskan kontraknya,” katanya. (r1/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top