Perambahan Hutan Jati di Sampolawa Masih Berlangsung – FAJAR Sultra
News

Perambahan Hutan Jati di Sampolawa Masih Berlangsung

Ilustrasi perambahan hutan

SAMPOLAWA, BKK- Aktivitas perambahan hutan jati di Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan, hingga saat ini masih terus berlangsung. Padahal aktivitas tersebut sudah dilarang.

Anggota DPRD Busel, La ode Amal pun membenarkan hal tersebut. Dia mengaku seringkali melihat langsung aktivitas eksploitasi jati.

“Memang betul. Buktinya hampir setiap hari saya melihat mobil truk yang mengangkut puluhan kubik jati. Mereka bebas lalu-lalang,” ungkapnya melalui via seluler, Jumat pagi (21/4)

Politisi Partai Hanura ini menyatakan, kegiatan di hutan jati itu sejauh ini terlarang jika tidak memiliki izin. Dia pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk melaporkan kejadian itu. Dinas kehutanan pun memastikan tidak ada perusahaan yang diberikan izin untuk menebang jati di hutan itu.

“Saya sudah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kehutanan Pemrov Sultra di Kendari. Setelah saya tanyakan, kepala dinasnya bilang untuk saat ini tidak ada perusahaan yang diizinkan beroperasi di sana,” tambahnya

Karena itu, Amal akan mendesak DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Busel untuk mengambil tindakan. Dia menduga ada yang membekingi aksi perambahan ilegal ini.

“Jelas kita tidak boleh biarkan orang seenaknya melakukan perambahan hutan secara ilegal. Nanti semua hutan jati habis kalau begini terus,” katanya. (p14/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top