Pengunjung Kagum dengan Stan Kabupaten Muna – FAJAR Sultra
News

Pengunjung Kagum dengan Stan Kabupaten Muna

DOK HUMAS PEMKAB MUNA
BERBAHAN KAYU JATI. Stan milik Pemkab Muna yang berbentuk rumah adat Wuna, selalu dipadati pengunjung pameran pembangunan Halo Sultra, di Tugu Religi, Kota Kendari.

KENDARI, BKK- Diantara stan-stan yang dibangun di arena Pameran Pembangunan Halo Sultra, stan milik Kabupaten Muna memang yang paling unik. Baik dekorasi eksterior, maupun interiornya.

Stan Muna berbentuk rumah panggung, di mana bagian kolong rumah atau lantai satu untuk memamerkan produk khas Muna, seperti aneka kuliner, kerajinan ukir dari kayu jati dan kerajinan tangan lainnya. Di sini juga bergema musik khas Muna untuk menghibur pengunjung.

Sedangkan lantai atas dipamerkan berbagai jenis kain tenun khas Muna. Tak hanya produk, tapi juga ada tempat khusus belajar menenun.

Sejumlah pengunjung pun mengaku kagum dengan kreasi Pemkab Muna ini. “Saya selalu ikut setiap ada pameran. Tapi memang Muna paling bagus stannya. Bahkan tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Nila Sari, warga Kota Kendari yang datang bersama belasan rekannya.

Alfian, juga warga Kendari, menyampaikan sangat senang bisa melihat langsung kerajinan tangan yang berbahan kayu jati. Setelah melihat langsung, warga Lepolepo ini berkesimpulan bahwa kerajinan tangan dari Muna, termasuk produk tenunnya punya kualitas tinggi sehingga bisa berdaya saing di pasaran.

“Saya berharap semua produk dari Muna bisa bersaing dan go internasional. Karena kualitasnya bagus-bagus,” katanya.

Bupati Muna, LM Rusman Emba ST mengatakan pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk mempromosikan potensi Muna dalam momentum pameran ini. Menurutnya, sangat banyak hal menarik di Muna, namun masih butuh promosi.

“Kita punya kekayaan budaya dan wisata yang sebenarnya berpotensi untuk sejajar dengan wisata kelas dunia. Seperti Pulau Towea, Meleura, Liang Kobori, itu semua potensi wisata yang sangat indah,” katanya.

“Belum lagi dengan pemandangan bawah laut kita. Ada terumbu karang yang membentang sampai tujuh kilometer dari pesisir panta Desa Mataindaha sampai Labulawa,” tambahnya. (r1/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top