Pemkab Muna Bedah 600 Unit Rumah Miskin – FAJAR Sultra
News

Pemkab Muna Bedah 600 Unit Rumah Miskin

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Perumahan dan Pemukiman (DPP) Kabupaten Muna sedang melakukan pendataan pada masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan bedah hunian. Sebanyak 600 unit kuota diporsikan bagi warga yang rumahnya kurang layak. Bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 ini, bukan berupa uang tunai, melainkan dalam bentuk bahan bangunan. Nantinya, masyarakat melakukan pembenahan rumah sendiri atas bantuan yang disalurkan tersebut.

Sekretaris DPP Muna, La Ode Ataludin mengaku, kegiatan bedah rumah itu nantinya hanya difokuskan di Kecamatan Katobu saja dan tersebar pada delapan kelurahan. Bantuan tersebut diporsikan bagi masyarakat dengan kategori berpenghasilan rendah. Selain itu, harus memiliki rumah tak layak huni, mengantongi sertifikat tanah serta punya e-KTP sebagai bukti jika yang bersangkutan benar-benar warga di kecamatan tersebut. “Bedah rumah difokuskan dalam kota dulu. Kalau kecamatan lain, tahun ini tidak ada dari pemerintah pusat,” jelas La Ode Ataludin, Rabu (26/4).

Anggaran yang digelontorkan Kemen PU-Pera, lanjut Ataludin untuk program tersebut mencapai Rp 800 juta. Sesuai petunjuk teknis (Juknis), bantuannya dalam bentuk bahan, sesuai kebutuhan. Sebab, program ini merupakan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sehingga dalam pelaksanaannya, masyarakat sendiri yang tuntaskan. Saat ini pula, instansi teknis sementara melakukan pendataan rumah, bersama pihak kecamatan dan kelurahan sesuai hasil pertemuan awal. “Setelah didata lalu diverifikasi. Kemudian masuk pada pelaksanaan, ” ujarnya.

Mantan Kabid Pengawasan Dinas Perikanan itu juga mengaku, Mei mendatang, program sudah mulai dijalankan dan ditarget tahun 2017 ini. Ia berharap, warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah bisa menempati hunian layak. Selain itu, fokusnya pemerintah dalam merealisasikan bedah rumah dalam kota Raha, seiring dengan gencar-gencarnya menata kawasan perkotaan. “Program ini untuk menata kota agar tidak terlihat kumuh, ” tutupnya. (c/ery)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top