Halo Sultra Ditutup 29 April – FAJAR Sultra
News

Halo Sultra Ditutup 29 April

*Pameran Pembangunan dan Potensi Daerah Berlanjut

KENDARI – Puncak HUT ke-53 Sultra telah dilaksanakan pada Kamis (27/4) kemarin. Pada jadwal sebelumnya, puncak HUT ini menandai berakhirnya sederet acara Halo Sultra yang merupakan rangkaian HUT Sultra.

Namun, Gubernur Sultra H Nur Alam memastikan kemeriahan Halo Sultra masih akan berlangsung hingga Sabtu (29/4). Artinya, rangkaian HUT Sultra baru akan ditutup pada 29 April 2017.

“Kemeriahan Halo Sultra kita perpanjang dua hari lagi sampai 29 April, apalagi dengan melihat antusiasme masyarakat mengunjungi arena Halo Sultra ini,” ungkap gubernur.

Masyarakat dapat menyaksikan berbagai agenda Halo Sultra, seperti pameran pembangunan dan potensi daerah (expo) hingga penampilan artis ibu kota.

Di arena perhelatan Halo Sultra, berbagai hal ditampilkan, mulai dari hal unik, hingga hal yang mengedukasi. Tidak hanya dapat melihat kearifan lokal 17 kabupaten dan kota, namun dapat juga melihat keragaman budaya dan kuliner.

Seperti yang ditampilkan Kabupaten Muna Barat yang menampilkan berbagai hasil pertanian dan olahannya, di antaranya Kabuto, Kolope, Jagung Kuning, Cabai, dan beberapa jenis lainnya.

Begitu juga dengan Kabupaten Kolaka Timur yang menyuguhkan potensi pertanian yang mendukung daerah tersebut menjadi daerah Agribisnis.

“Kami menampilkan hasil-hasil pertanian tradisional karena memang Muna Barat itu punya potensi besar di sektor pertanian dan perikanan” jelas Kepala Bidang Pemasaran Dinas pariwisata Muna Barat, Ahmad Razik, Kamis (27/4).

Kini Pemkab bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk pemasaran hasil pertanian. Kemudian bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang siap menampung hasil buminya sehingga petani ataupun nelayan tidak susah lagi dalam memasarkan hasil mereka.

“Kami juga sudah menyiapkan program Pajale yaitu Padi, Jagung, Kedele dan siwab (sapi wajib bunting),” jelas Harno salah satu penyuluh pertanian Mubar.

Untuk Jagung Kuning, pemkab menyiapkan 15.000 hektare yang nantinya akan diolah oleh seluruh masyarakat. Hasilnya akan ditampung Bulog.

Di arena Halo Sultra lainnya tampak dari stan Kabupaten Konawe yang menampilkan maket RSUD Konawe.

RSUD ini digadang-gadang jadi rumah sakit terbaik di Sultra. Melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Konawe, saat ini pembangunan tersebut sedang digenjot pembangunannya yang ditarget hanya 18 bulan saja.

“Anggarannya Rp226 Milliar dengan jangka waktu selama delapan belas bulan, jadi bulan lima tahun 2015 sudah harus selesai di kerjakan,” tutur Ardam Humas BLUD RSUD Konawe.

Dari maket RSUD di Halo Sultra tampak begitu mewah dan besar. Nantinya ada beberapa fasilitas penunjang akan dihadirkan di RSUD di ataranya, Tes treadmill, Ultrasonografi atau biasa lebih dikenal USG, EKG, EEG, Slit Lamp, Mobile X-RAY, X-RAY, dan Echo.

Sementara itu, Kabupaten Konawe Selatan tampil dengan pameran di antaranya berbagai tenun hasil karya putra daerah.Tenun yang ditampilkan ada bervariasi, mulai dari khusus orang tua sampai tenun yang didesain mengikuti perkembangan modern saat ini.

“Tenun yang dibuat para pengrajin kami memang tak kalah dibanding daerah lain, bahkan banyak dari mancanegara yang ke Konsel untuk berburu tenun,” ungkap Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo.

Selain tenun, pemda konsel juga menampilkan hasil karyanya yang mampu menyulap sampah menjadi ‘dolar’. Salah satunya pernik menarik dari limbah kayu.Sisa-sisa kayu yang sudah tidak digunakan lagi disulap menjadi bernilai di tangan perajin.

“Di tangan perajin kami, sisa-sisa kayu yang selama ini menjadi sampah berhasil disulap dan dijadikan sesuatu yang punya nilai tinggi,” lanjut politisi dari partai Golkar tersebut. (rs)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top