Angka Kekerasan Anak Menurun di Kolaka – FAJAR Sultra
News

Angka Kekerasan Anak Menurun di Kolaka

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi fisik yang lemah membuat anak menjadi sasaran para pelaku kejahatan. Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sebagai lembaga bentukan pemerintah propinsi, kabupaten dan kota diminta memberikan layanan dan pendampingan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka, Hasmito Dachlan mengklaim, jumlah kasus kekerasan di Bumi Mekongga terus mengalami penurunan. Meski begitu, ia meminta lembaga P2TP2A untuk tetap bekerja sehingga kasus tersebut dapat diminimalisir.

“Tahun 2015 itu jumlah kasus kekerasan terhadap anak mencapai 13 kasus dan ditahun 2016 menjadi tujuh kasus. Sedangkan di tahun 2017 ini baru enam kasus. Walaupun menurun, P2TP2A tidak boleh lengah untuk terus melakukan upaya pencegahan terhadap kekerasan anak,” katanya saat membuka kegiatan advokasi pengembangan P2TP2A, Rabu (17/5).

Penanggungjawab P2TP2A Kabupaten Kolaka itu berharap, lembaga itu tak hanya sekadar melindungi perempuan dan anak dari kekerasan, tetapi juga dapat memberdayakan. “Perempuan dan anak itu perlu diberi pelatihan keterampilan, khususnya ibu-ibu. Tujuannya agar meraka dapat membantu perekonomian keluarga dan tidak hanya bergantung pada suami. Begitupun dengan anak agar nantinya tidak menganggur,” tambah Hasmito.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sultra, Ully Surapaty menjelaskan, P2TPA bertugas memberikan konseling, membantu mendapatkan pelayanan kesehatan dan mendampingi proses mediasi. Untuk Kabupaten Kolaka, P2TP2A paling aktif melaporkan setiap kejadian yang menimpa anak maupun perempuan.

“Jadi di Sultra ini yang paling aktif melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu adalah Kolaka dan Kendari. Tapi yang terpenting dari lembaga ini adalah bukan menangani kasus kekerasan pertempuran dan anak, tetapi yang utama adalah mencegah. Salah satu cara untuk mencegah yaitu dengan rutin melakukan sosialiasi,” katanya. (c/fad)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top