Disperindag Bombana Segel Lods Kosong di Pasar Sentral – FAJAR Sultra
News

Disperindag Bombana Segel Lods Kosong di Pasar Sentral

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM) Kabupaten Bombana, mulai bertindak tegas atas kondisi banyaknya lods tertutup di Pasar Sentral Tadoha Mappacing. Sejak Rabu (17/5), instansi yang salah satu tugasnya mengurusi pasar ini, mulai menyegel lods-lods yang dibiarkan tanpa aktivitas oleh pemiliknya.

“Dihari pertama kami turun, ada sembilan lods di Pasar Sentral yang sudah kami segel,” kata Hajar Aswad, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop dan UKM Bombana, kemarin. Jumlah ini diyakini masih akan terus bertambah, karena dalam beberapa hari kedepan, pihaknya masih tetap turun menyegel bangunan yang diporsikan buat pedagang berjualan.

Menurut Hajar Aswad, sembilan lods yang sudah disegel itu, tidak bisa dibuka begitu saja oleh pemiliknya, tanpa sepengetahuan Disperindagkop. Mereka harus melapor terlebih dahulu di instansinya serta membuat pernyataan untuk tidak menutup lods. Jika tidak, maka lods tersebut akan diserahkan kepada pedagang lain untuk difungsikan. Hajar Aswad menambahkan, penyegelan lods tanpa aktivitas pada pusat perkulakan di wilayah ibu kota Bombana itu, terpaksa dilakukan instansi. Selain sudah lama dibiarkan menganggur oleh pemiliknya, pedagang yang menempati lods tertutup itu, tidak pernah mengindahkan imbauan serta surat yang dilayangkan Disperindagkop.

“Dua kali kami imbau serta satu kali kami surati untuk membuka lods dan melakukan aktivitas jual beli. Tapi kenyataannya, sampai kami segel, masih tertutup juga. Jadi penyegelan ini, merupakan tindakan tegas kami,” sambungnya.

Hajar memastikan, hari ini hingga beberapa waktu ke depan, dia bersama personilnya akan kembali turun ke Pasar Sentral Tadoha Mappacing untuk menginventaris kembali lods-lods kosong. Jika masih ditemukan tertutup saat berada di lapangan, tak ada alasan untuk tidak disegel. “Ini peringatan bagi pemilik lods. Jika memang tidak mau memungsikan lodsnya, lebih baik diserahkan kembali ke Perindagkop untuk diberikan pada pedagang lain yang membutuhkan,” ungkapnya. (c/nur)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top