Memprihatinkan ! Sekolah Pesisir di Muna Barat, 60 Anak Belajar di Ruang 3×4 Meter – FAJAR Sultra
News

Memprihatinkan ! Sekolah Pesisir di Muna Barat, 60 Anak Belajar di Ruang 3×4 Meter

Murid di Laworo Muna Barat yang belajar di ruang 4×3 Meter.

Pulau Balu lumayan karib bagi orang Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra). Tapi sedikit yang tahu bila anak-anaknya minim ilmu. Untung ada anak-anak muda seperti Fitriyanti yang rela berbagi pengetahuan. Mendirikan PAUD, Gratis.

Muh Ery-Yafruddin, Muna Barat

Ada lebih dari 1000 jiwa yang bermukim di Pulau Balu. Secara administratif, kampung ini ditulis sebagai Desa Santiri, Kecamatan Tiworo, Muna Barat. Mayoritas penduduknya adalah nelayan. Saban musim politik, warga di kampung ini seperti magnet yang jadi rebutan. Setelahnya, urusan selesai.

Dua hari lalu, Kendari Pos sengaja menyambangi pulau ini. Jaraknya tak sampai seperminum teh dari Dermaga Tondasi. Sekira 20 menitan. Transportasinya dengan perahu tempel bermesin, dengan biaya relatif murah. Saat siang, rata-rata prianya melaut. Sedangkan kaum hawa, memilih mengurus rumah tangga.

Di kampung ini, pendidikan bukanlah prioritas utama. Anak-anak cukup diajari cara melaut dan menangkap ikan yang benar untuk modal hidup dan berumah tangga di kemudian hari. Kegetiran inilah yang memicu beberapa anak-anak muda yang kebetulan punya pendidikan lebih baik, mendirikan Yayasan Pendidikan bernama Sangia Barakati. “Kami memilih mendirikan sekolah pesisir, semacam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” kata La Ode Muh Nuzul, sang pimpinan.

Bersama beberapa anak muda lain, Nuzul mengajak anak-anak 5 tahun ke bawah untuk belajar. Biar saat masuk SD, mereka setidaknya sudah mengenal aksara. Tapi jangan bayangkan PAUD ini seperti sekolah anak yang penuh dengan aneka sarana bermain. “Kamar di rumahku saya sisihkan untuk jadi kelas, ukurannya 3X4 meter,” sebut Fitrianti, wanita muda berusia 20 tahun yang menjadi salah satu pengajar di sekolah pesisir ini.

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top