MU Perlu Waspada, PS TNI Dulu Beda dengan Sekarang.. Mereka Tak Pernah Kalah – Fajar Sultra
Bola

MU Perlu Waspada, PS TNI Dulu Beda dengan Sekarang.. Mereka Tak Pernah Kalah

FAJAR SPORT, JATIM – PS TNI bakal melakoni laga tandang ke markas Madura United pada pekan ketujuh Liga 1 2017 sebentar nanti. Dalam laga ini, pasukan Ivan Kolev datang dengan kekuatan penuh untuk membayar dua kekalahan mereka di Indonesia Soccer Championship 2016.

Dua kali bertemu, dia kali pula PS TNI kalah dari MU. Bahkan, dalam duel di Stadion Gelora Bangkalan, Laskar Sape Kerrap – julukan Madura United memetik kemenangan telak 4-1. Namun, itu pertandingan dulu. Kini, di Liga 1 2017, PS TNI sudah berubah menjadi klub terkuat di Indonesia.

Dalam enam laga di Liga 1, mereka tidak pernah terkalahkan dari lawan. Atas capaian itu, The Army – julukan PS TNI kini bertengger di posisi tiga klasemen sementara. Hanya PS TNI dan OPersib Bandung yang belum mendapat hasil kalah.

Sebaliknya, performa Madura United yang menduduki peringkat ke-8 masih naik turun. Dalam tiga laga kandang, hanya sekali tim asuhan Gomes de Olivera itu membukukan kemenangan. Dua duel lainnya berakhir imbang.

Bandingkan dengan Manahati Lestusen dkk yang memetik hasil 100 persen dalam dua kali lawatan. Jadi, dalam duel di Bangkalan malam nanti, Laskar Sape Kerrap harus mengubur dalam-dalam memori kemenangan pada musim lalu. Sebab, ini tim PS TNI yang berbeda. ’’Ceritanya sudah berbeda sekarang. Mereka sudah berubah. Kami juga sudah berubah,’’ kata Gomes.

Yang bisa menjadi pemicu motivasi anak buahnya malam nanti, lanjut Gomes, adalah rekor tidak terkalahkan The Army. Mereka ingin menjadi tim pertama yang bisa menundukkan tim asuhan Ivan Kolev tersebut.

’’Setiap kami berbuat salah, kami selalu evaluasi dan perbaiki. Menjamu PS TNI, kerja keras pemain sangat dibutuhkan,’’ ujar pelatih asal Brasil itu.

PS TNI biasa bermain cepat dan penuh pressing. Yang juga menonjol dari mereka, semangat juang ala militer yang tidak kenal menyerah sampai menit terakhir. Contoh paling gampang ketika mereka bisa membalikkan ketertinggalan 0-2 dari Persib Bandung menjadi imbang 2-2 pada menit-menit terakhir.

Cara terbaik bagi Madura United ialah meladeni permainan cepat lawan. Tidak memberi mereka ruang untuk mendikte permainan.

Kebetulan Madura United punya dua penggedor dengan kecepatan tinggi, Bayu Gatra dan Peter Odemwingie. Greg Nwokolo juga bisa menjadi alternatif. Duet Dane Milovanovic dan Slamet Nurcahyo di tengah juga mesti lebih disiplin dalam menjaga kedalaman.

Datang dengan membawa kekuatan hampir penuh, PS TNI juga sama percaya dirinya bakal bisa mempertahankan rekor tidak terkalahkan. ’’Pemain tinggal menjaga konsistensi permainan saja melawan Madura United,’’ kata Kolev.

Menurut dia, konsistensi sangat penting karena yang akan dihadapi adalah tim dengan materi berkualitas merata. Kalau sampai The Army sedikit saja mengendurkan konsentrasi, atau mengendurkan tempo permainan mereka yang selama ini dikenal cepat, bahaya bakal mengancam.

Yang juga sangat diwanti-wanti Kolev, anak buahnya harus bisa mengontrol emosi. Sebab, sudah beberapa kali sejumlah penggawanya terlibat insiden.

Terakhir saat menjamu PSM Makassar, Manahati mencekik Marc Klok. Sebelumnya, M. Abduh Lestaluhu memukul penyerang Bhayangkara FC Thiago Furtuoso. Akibat ulahnya itu, Abduh didenda Rp 10 juta dan larangan tampil lima kali.

Kolev tidak mau berpolemik soal sorotan terhadap perilaku anak buahnya di lapangan itu. Baginya, anak asuhnya juga bermain bola seperti yang lain. ’’PS TNI sama dengan tim lainnya,’’ tandasnya. (Fajar/jpg)

LANJUT FAJAR Sport

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top