Ini Kisah Apriani Rahayu, Pebulutangkis Konawe yang Masuk Tim Sudirman Cup – FAJAR Sultra
News

Ini Kisah Apriani Rahayu, Pebulutangkis Konawe yang Masuk Tim Sudirman Cup

Apriani Rahayu (kiri)

Talenta berbakat Sultra bukan hanya Fildan. Di Australia, Apriani Rahayu sedang berjuang membela merah putih. Pebulutangkis asal Konawe itu masuk skuad tim Sudirman Cup. Ia tak minta SMS, hanya doa.

Helson Mandala Putra, Unaaha

Gelaran Piala Sudirman 2017 kembali dihelat. Kali ini tempatnya di negeri Kanguru, Australia tepatnya di Gold Coast. Turnamen bulutangkis beregu itu akan dihelat mulai besok, 21 Mei hingga 28 Mei nanti. Indonesia tentu tak akan melewatkan momentum ini, dengan mengais harapan membawa pulang trophy yang sudah lama melanglang buana itu.

Tim yang dipimpin maestro bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti itu sudah terbang sejak dua hari lalu ke Australia dengan membawa 20 pebulutangkis andalan. Salah satunya ada nama Apriani Rahayu, dara asal Kabupaten Konawe yang memang sudah lama menjadi penghuni pelatnas Cipayung. Apri, pebulutangkis junior yang dipromosikan ke level senior untuk masuk di nomor ganda putri. Ini seiring belum pulihnya Nitya Krishinda Maheswari pasca operasi cedera lutut Desember tahun lalu.

Apriani lahir di Kelurahan Lawulo Kecamatan Anggaberi, Konawe 29 April 1998 lalu. Sejak umur 3 tahun, Ani-begitu ia dipanggil di keluarganya- sudah jatuh cinta pada permainan badminton. Waktu itu, wilayah Lawulo sedang demam bulutangkis. Hampir di setiap halaman rumah warga terdapat lapangan bulutangkis. Anak bungsu dari empat bersaudara pun mulai diperkenalkan dengan olahraga tersebut.

Ia berlatih pertama kali menggunakan raket milik ayahnya yang dibeli 1983 lalu, di Makassar. Setiap hari ayah dan ibunya menemai ia bermain, hingga beranjak ke usia sekolah dasar (SD) mereka melihat Ani semakin rajin berlatih, hingga ayahnya rela meratakan pekarangan belakang rumah untuk membuat lapangan.

Tahun 2005, kala Ani berusia 7 tahun ia diikutkan kejuaraan tingkat kecamatan. Tahun 2006 ikut Porda sekaligus seleksi nasional usia dini, namun ia hanya mendapatkan juara dua, ia tidak puas dan menangis. Setelah itu, Ani semakin giat berlatih sampai meminta pelatih.

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top