Alamak, 400 Hektar Sawah di Koltim Terancam Puso – FAJAR Sultra
News

Alamak, 400 Hektar Sawah di Koltim Terancam Puso

KENDARIPOS.CO.ID . TIRAWUTA- Sekitar 50 persen unit perumahan dan 400 hektar area persawahan di Desa lowa, Kecamatan Lambandia, Kolaka Timur terendam banjir. Intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan para petani kini terancam gagal panen. Diperkirakan, panen musim ini hanya bisa menghasilkan 30 karung perhektar.

Padahal saat musim kemarau lalu bisa sampai dua kali lipat. Keluhan warga lainnya akibat bencana tersebut, biaya untuk mobilisasi gabah juga meningkat. Sebab harus mengunakan traktor dan motor ojek gabah hingga ke tepi jalan untuk diangkut truk. Biaya yang dikeluarkan cukup mahal, perkarung mencapai Rp 100 ribu. Camat Lambandia, Supriadi membenarkan kondisi tersebut.

“Sudah hampir sepekan ini, intensitas curah hujan cukup tinggi di Koltim, khususnya wilayah lambandia. Kerugian materil warga diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Khusus Desa lowa, memang menjadi lumbung padi di kecamatan ini. Ada sekitar 900 hektar. Drainase belum ada dan jalan sekitar 4 kilometer kondisinya sangat rusak parah.

Masyarakat kesusahan memobilisasi hasil pertanian terutama padi. Padahal sebagian sudah siap panen. Dulu pernah ada proyek pengerasan jalan dari Desa Mendoke menuju Lowa. Tapi sekarang sudah seperti kubangan dan rusak parah. Mobil truk yang mengangkut gabah banyak tersendat di tengah jalan. Truk 10 roda bahkan hanya menunggu di dekat Rujab Camat Lambandia,” ungkap Supriadi, panjang lebar. Ia berharap, Pemkab Koltim segera memberikan perhatian khusus pada sejumlah desa yang belum memiliki sistem drainase.

Sementara itu, Kepala Desa lowa, Sudirman Siri mangatakan, setiap tahun wilayahnya memang menjadi langganan banjir. Ia berharap, dinas teknis Pemkab Koltim bisa memberikan solusi. “Kami sangat mengharapkan adanya drainase dan peningkatan badan jalan. Walaupun dulu pernah dikerja mengunakan dana desa. Tapi sekarang jalannya sudah rusak parah, mobilisasi hasil pertanian susah,” timpal Sudirman.

Untuk diketahui, banjir juga ternyata melanda sejumlah desa di Kecamatan Dangia dan Poli-Polia.
Jembatan penghubung antara Desa Polenga Jaya Kecamatan Dangia dengan Gunung Jaya di Kecamatan Poli-Polia bahkan terputus diterjang banjir. Masyarakat yang hendak mengangkut hasil pertaniannya harus mencari jalan alternatif menuju Kecamatan Lambandia. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Sejumlah area perkebunan kelapa sawit dan tanaman lainnya ikut terendam. Kanitbinmas Polsek Ladongi, Bripka Tri Putro Leksono yang turun memantau kondisi lapangan meminta warga waspada dengan cuaca saat ini serta barsabar untuk berkativitas hingga jembatan penghubung dibenahi.

“Tetap hati-hati. Jika ada banjir segera menghubungi dinas terkait atau pihak berwajib,” pesan Tri, kemarin. Plt. Kadis PU dan Perhubungan Koltim, Bio Masyur mengatakan, jembatan Polenga Jaya akan dikerjakan dalam waktu dekat. Proses tender sementara dilakukan pihak Unit Layanan Pengadaan. Sekretaris Dinas PU itu menjelaskan, dalam pekerjaan jembatan tahun 2016 lalu, masih tahap I karena waktu yang singkat. Makanya pekerjaan dibagi dalam dua tahapan.

Lebih Jauh ia menjelaskan, bukan hanya jembatan Polenga Jaya namun di Talinduka juga akan segera dituntaskan. “Secepatnya, kita akan kerjakan tahap II supaya mobilisasi masyarakat tidak terhambat. Tunggu hasil ULP saja, jika sudah ada pemenang tender dua jembatan tersebut, langsung dikerjakan,” kata Bio Mansur saat dihubungi kemarin. (b/kus)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top