Petani Lambandia Merugi Rp 700 Juta akibat Banjir – FAJAR Sultra
News

Petani Lambandia Merugi Rp 700 Juta akibat Banjir

ABDUL RAHIM/BERITA KOTA KENDARI
TEROBOS BANJIR. Mobil dinas Bupati Koltim tampak menerobos jalan yang digenangi air saat meninjau Desa Polenga Jaya, Kecamatan Polipolia, yang terendam banjir, Selasa (6/6).

TIRAWUTA, BKK- Banjir yang melanda Kecamatan Lambandia, Selasa (6/6), benar-benar memukul para petani setempat. Bagaimana tidak, sawah yang sudah siap panen terendam air sehingga panen pun dipastikan gagal.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari menyebutkan kerugian yang dialami para petani, khususnya di Desa Lowa yang paling parah terkena dampak banjir ditaksir Rp 700 juta. Hitung-hitungannya, area sawah yang digenangi air mencapai 400 hektare.

“Kalau dihitung rata per hektar menghasilkan 60 karung. Sementara harga gabah per karung Rp 330.000. Sewa ojek taksi gabah dari sawah petani ke rumah pemiliknya Rp 100 ribu per karung. Ya sekitar (Rp 700 juta) itu,” kata Camat Lambandia, Supriadi saat meninjau hamparan sawah yang sudah nampak seperti perairan.

Sementara di Kecamatan Dangia, para petani terpaksa panen lebih awal. Mereka khawatir akan mengalami nasib yang sama dengan petani di Lambandia.

Selain Lambandia, hujan lebat yang turun sejak Senin memicu banjir setidaknya di dua kecamatan lainnya, yakni Polipolia dan Dangia. Namun memang dampak terparah dirasakan penduduk Lambandia, terutama di lima desa, yakni Atolano, Bou, Ere jaya, Lowa dan Desa Lalolera. Sedangkan di Polipolia, hanya satu desa saja yang terdampak, yakni Polenga Jaya.

Bencana di musim penghujan ini pun memicu keprihatinan Bupati Kolaka Tony Herbiansyah. Sejak pagi, Tony meninjau titik-titik banjir di tiga kecamatan tersebut.

Berdasarkan pantauan BKK, yang pertama dikunjungi bupati adalah Desa Polenga Jaya, Kecamatan Polipolia. Di sana, jembatan darurat yang menghubungkan Polenga Jaya dan Desa Gunung Jaya (Kecamatan Dangia) tak bisa lagi dilintasi karena limpasan arus air.

Dari sana, bupati yang didampingi sejumlah pimpinan SKPD berkunjung ke Desa Talinduka, Desa Tetembuta dan Desa Dangia. Di hadapan masyarakat, bupati mengingatkan agar tetap waspada akan banjir susulan mengingat hujan masih turun dengan intensitas tinggi.

Dia juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Koltim untuk siap siaga 24 jam. (cr8/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top