Gaji Perawat Sukarela di Sultra Tidak Manusiawi, DPRD : Hentikan Perbudakan di Zaman Modern – FAJAR Sultra
News

Gaji Perawat Sukarela di Sultra Tidak Manusiawi, DPRD : Hentikan Perbudakan di Zaman Modern

Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo.

KENDARIPOS.CO.ID — DPRD Sultra menyebut sistem Tenaga Kerja Sukarela (TKS) pada profesi perawat adalah perbudakan modern. Dengan status TKS tentu perawat tidak memiliki jaminan kerja. Itu terungkap dalam rapat bersama Dinas Kesehatan Sultra dan DPRD Sultra untuk mengakomodir tuntutan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sultra.

Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Yaudu Salam Ajo merasa prihatin atas apa yang dialami oleh para perawat. Menurutnya, apa yang mereka dapatkan dengan tanggung jawab yang besar sungguh sangat tidak manusiawi. “Dengan status TKS mereka hanya mendapatkan upah Rp 250 ribu per bulan. Namun disisi lain mereka harus bekerja untuk menjamin kualitas kesehatan daerah, ini sangat ironi,” ujar Yaudu Salam Ajo, Rabu (7/6) kemarin.

Menurut Yaudu, pihaknya akan memperjuangkan nasib para perawat TKS. “Kita akan perjuangkan dengan meminta kepada Dinas Kesehatan agar dapat menjadi tenaga kerja kontrak. Kita harapkan terkait dengan proses penggajian juga dapat mengikuti standar Upah Minimum Provinsi,” tuturnya.

Politisi PKS ini juga meminta kepada pihak pemerintah untuk mengganti nomenklatur tentang TKS tersebut. “Dari penyebutan saja sudah tidak tepat. Kita harapkan Dinkes melakukan koordinasi bersama atasan dan Dinkes di daerah terkait dengan pergantian nomenklatur TKS itu. Saya juga menegaskan, pergantian jangan hanya dilakukan pada judulnya saja. Namun, harus ada perbaikan dari sistem baik itu jaminan kerja atau pun upah layak bagi perawat,” tegas Yaudu Salam Ajo.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sultra Muh Poli mengatakan sistem TKS tersebut adalah salah satu jenis perbudakan di zaman modern. “Perawat kita masih butuhkan, bahkan jumlahnya pun saat ini masih kurang. Daerah-daerah juga butuh, jadi tidak ada masalah. Apa yang menjadi tuntutan teman-teman perawat wajib untuk diperjuangkan,” ungkap mantan Ketua DPW PKS Sultra itu.

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top