PT Sriwijaya Raya Dituding Lakukan Ilegal Mining – Fajar Sultra
News

PT Sriwijaya Raya Dituding Lakukan Ilegal Mining

WANGGUDU, BKK – PT Sriwijaya Raya sebagai salah satu perusahan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) di kabupaten Konawe Utara (Konut) dituding melakukan penambangan secara ilegal. Hal itu diungkap ketua forum masyarakat lingkar tambang desa Tapunggaya dan Tapuemea, Ebit kepada Berita Kota Kendari, Minggu (16/7).

Dia mengatakan, meski memegang IUP dari pemerintah, PT Sriwijaya Raya yang beroperasi di kecamatan Molawe dalam aktifitasnya tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satunya, perusahan tambang nikel ini tidak memiliki kepala teknik tambang (KTT).

Padahal menurut Ebit, aturan mengenai hal itu sangat jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) RI nomor 38 tahun 2014 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan mineral dan batu bara.

“Semua perusahaan tambang wajib memiliki KTT. Karena dia (KTT) adalahorang yang menduduki jabatan tertinggi di wilayah kegiatan pertambangan. Dan yang bertanggung jawab kepada inspektur tambang. Kalau tidak ada maka tidak boleh menambang. PT Sirwijaya Raya tidak memiliki itu,” ujarnya.

Tanpa KTT, bebernya, PT Sriwijaya Raya nekat melakukan operasi meski menabrak aturan. Terakhir diketahui, dalam operasinya, perusahaan ini melakukan Join Operasional (jo) dengan PT. Maju bersama maining ( MBM).

“Ini sudah tidak benar. Perusahaan Jo-nya ini pun tidak mempunyai dokumen legalitas yang sah sesuai peraturan perundang2 yang berlaku,” lanjut Ebit.

Dirinya berharap penambangan ilegal oleh PT Sriwijaya Raya ini segera disikapi pemerintah dan pihak berwajib. Pasalnya, kehadiran perusahaan ini justru tidak memberikan dampak positif kepada masyarakat lingkar tambang.

Sebelumnya, Dinas ESDM Sultra telah melakukan pemberhentian sementara aktifitas penambangan perusahaan ini melalui surat tertanggal 17 April 2017. Namun, hingga saat ini perusahaan tersebut masih melakukan kegiatan penambangan.

“Perintah tersebut diabaikan. Sekarang masih beroperasi. Bahkan sudah melakukan pengiriman ore nikel,” imbuhnya. (cr12/nur)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top