Gara-gara Cuaca Ekstrem, Nelayan Pilih Tak Melaut

Rabu, 3 Februari 2021 11:32

ILUSTRASI

Akibat kejadian tersebut tercatat 52 lembar asbes dengan 26 ukuran panjang 210 centimeter dan 25 lembar asbes berukuran 150 cm hancur. Juga sembilan rumah lainya yang rata-rata satu rumah kerugiannya mencapai 10 lembar asbes berukuran 90 cm. “Jumlah kerugian 10 rumah dan material lainnya ditaksir mencapai Rp 25 juta,” pungkas Tri.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Kurniawan mengatakan, gelombang cukup tinggi antara 4 hingga 6 meter masih berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap hingga Samudra Hindia selatan Cilacap sejak Selasa (2/2) hingga Kamis (4/2).

Ini karena pola angin Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4 hingga 25 knot.

Selain gelombang tinggi, bencana Hidrometeorologi dengan hujan ekstrem sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor serta hujan lebat disertai kilat/petir yang dapat membahayakan bagi publik.

Kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana,” pungkasnya. (fin)

Komentar

VIDEO TERKINI