Usai Dikritik JK dan SBY, Istana Akhirnya Berterima Kasih

Selasa, 16 Februari 2021 05:44

Jusuf Kalla

SULTRA.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Juru Bicara (Jubir) Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman menyampaikan terima kasih kepada mantan Presiden Susilo Bambang (SBY) dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Ucapan terima kasih itu disampaikan Fadjroel Rachman melalui akun Twitter pribadinya, @fadjroeL, Selasa (16/2).

Fadjroel menyebut kritik serta masukan dari JK dan SBY untuk pemerintah Jokowi merupakan bagian dari tugas seorang negarawan.

“Terimakasih @Pak_JK, Pak @SBYudhoyono atas kritik & masukannya agar perlindungan, penghormatan & pemenuhan hak konstitusional sekaligus hak asasi manusia terkait kebebasan berpendapat bisa terlaksana optimal. Demikianlah tugas negarawan, hormat!,” tulis Fadjroel.

Sebelumnya, JK menyinggung Jokowi yang meminta masyarakat untuk aktif mengkritik pemerintah. JK mempertanyakan bagiamana mengkritik pemerintah agar tidak dipanggil polisi.

Pertanyaan JK langsung dijawab oleh Fadjroel Rachman. JK pun berterima kasih.

Sehari kemudian, Sabtu (14/2), giliran SBY menyampaikan hal serupa lewat akun Twitter, @SBYudhoyono. SBY menganalogikan kritik dan dan pujian laiknya obat dan gula.

Mantan ketua umum Partai Demokrat itu tak secara langsung menyinggung pernyataan Jokowi. Ia menyebut obat memang terasa pahit, namun kepahitan itu bisa mencegah atau menyembuhkan penyakit.

“Jika obatnya tepat dan dosisnya juga tepat, akan membuat seseorang jadi sehat,” kata SBY.

Gula, kata SBY, memang terasa manis. Namun, jika terlalu banyak dikonsumsi malah mendatangkan penyakit.

“Gula itu rasanya manis, tetapi kalau dikonsumsi secara berlebihan bisa mendatangkan penyakit,” ujarnya.

Kritik kata dia, tak jauh berbeda dengan obat. Orang yang menerima kritikan memang bisa mengalami ‘sakit’. Menurutnya, kritik akan mencegah kekeliruan apabila disampaikan dengan benar.Baca juga: Janji Ahmad Doli Kurnia Tandjung untuk Guru Honorer

Sementara pujian dan sanjungan, kata SBY, tak beda jauh dengan gula. Jika terlalu berlebihan bisa menyebabkan kegagalan.

“Sementara, pujian dan sanjungan itu laksana gula. Jika berlebihan dan hanya untuk menyenangkan, justru bisa menyebabkan kegagalan,” kata SBY. (pojoksatu/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI