Warga Koltim Bakar Seribu Lilin Mengenang Almarhum Samsul Bahri Sebagai Tokoh Pemersatu

Senin, 5 April 2021 03:57

Masyarakat saat pembakaran 1.000 lilin mengenang almarhum bupati Samsul Bahri. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.

Lanjutnya, Samsul Bahri meninggal dunia disaat masyarakat baru saja merayakan kemenangan. Masyarakat begitu sayang kepadanya. Ucapan selamat karena terpilih sebagai bupati, masih terpampang di halaman rumah, tiba-tiba datang ucapan turut berduka cita.

Diana berharap, kepergian suaminya tidak membuat masyarakat bercerai-berai. Semangat kaum milenial dalam membangun daerah selalu dipelihara. Kekompakan wajib dijaga, sebab semangat pemersatu bupati Samsul Bahri tetap harus dirawat.

“Jangan ada yang sudah bubar, masih ada bupati kita Andi Merya, kita doakan beliau sehat dan kuat untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita SBM. Masih ada orang tua kita semua, masih ada partai pendukung, dan masih ada saya juga,” tutup Diana Samsul Bahri.

Sementara itu, Plt. Bupati, Andi Merya mengatakan, Samsul Bahri merupakan tokoh pemersatu dari banyaknya suku dan agama di Koltim.

Almarhum begitu dekat dengan masyarakat tanpa memandang latar belakangnya. Hingga saat ini pun duka belum juga hilang karena begitu cintanya masyarakat kepada Samsul Bahri.

“Meskipun beliau tidak ada, tapi amanah dan mimpi beliau wajib kita tunaikan dan wujudkan. Kepada semuanya tolong ingatkan saya, marahi dan koreksi jika saya lalai terhadap komitmen. Tidak ada yg berubah, tetap Samsul bersama Merya,” ucapnya.

Beberapa tokoh juga mengakui Samsul Bahri sebagai pemersatu. Antara lain, I Made Mardi, perwakilan suku Bali, mengenang almarhum sebagai pemimpin spesial. Dalam beberapa momen, Samsul selalu menyambangi masyarakat dalam kegiatan adat Bali.

Komentar

VIDEO TERKINI