Buntut Kericuhan di Konawe, Pedagang Takut Berjualan

Rabu, 7 April 2021 02:25

Pedagang disekitar PT Virtue Dragon Nickel Industries

SULTRA.FAJAR.CO.ID, KONAWE – Para pedagang di sekitar PT Virtue Dragon Nickel Industries (VDNI) Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra mengeluh akibat aksi unjuk rasa salah satu ormas yang berujung ricuh. Rata-rata pedagang menyesalkan aksi itu karena berdampak pada pendapatan mereka.

Andri (39) salah satu pedagang yang mengeluhkan aksi itu. Andri yang berjualan tidak jauh dari PT VDNI terpaksa tidak membuka lapaknya karena takut dengan aksi demonstrasi yang mulai memanas. Dia pun terpaksa tidak dapat mencari nafkah untuk keluarganya akibat insiden tersebut.

Sekadar diketahui, pada Senin (5/4/2021) terjadi aksi unjuk rasa dari salah satu organisasi masyarakat (Ormas) di PT VDNI.

Padahal baik pedagang maupun masyarakat belum hilang trauma pascademo Desember 2020 lalu. Dimana akibat demo tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh.

“Pas ribut-ribut tadi saya dan beberapa teman harus tutup kios, yah terpaksa tidak jualan dulu. Dan berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali,” kata Andri.

Dirinya berharap kepada pemerintah dan aparat kemanan bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Karena, menurutnya dengan adanya aksi itu, sangat merugikan masyarakat khususnya para pedagang kecil.

“Kalau ada seperti ini kami mau bilang apa lagi, Kami pedagang kecil hanya bisa bersabar dan keterbukaan hati pemerintah dan kepolisian agar kegiatan ini tak terulang. Karena bila ini terus terjadi kami tidak bisa mencari nafkah lagi karena hidup kami bergantung dari usaha kami ini,” katanya.

Hal serupa disampaikan Murdin, warga Desa Purui, Kecamatan Morosi yang memiliki kios sembako di dekat pabrik PT VDNI.

Dia meminta kebesaran hati para Ormas yang akan melakukan aksi agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kalau Demo baru ribut terus, kita ini kasihan pedagang mau makan apa. Kami meggantungkan hidup dijualan kami ini, kalau ada keributan akibat demo mau tidak mau pasti kita akan tutup kios. Kalau kita tutup kios otomatis penghasilan kita tidak ada, keluarga kami mau makan apa?,” katanya.

Salah satu pedagang nasi kuning yang berjualan dengan menggunakan sebuah meja terpaksa harus merugi ratusan ribu.

Pasalnya dihari biasa nasi kuning terjual hingga puluhan bungkus. Kini hanya laku sekitar lima bungkus saja, akibat aksi demo yang berujung bentrok tersebut.

“Tidak laku mi nasi kuningku, bagaimana mau laku tidak ada mi yang mau beli karena takut. Saya juga terpaksa bawa pulang semua itu jualanku di rumah untuk dimakan saja. Kami masyarakat kecil hanya berharap pendapatan dari jualan nasi kuning saja. Tetapi kalau begini kita hanya bisa bersabar dan meminta perhatian dari polisi supaya jangan mi ada lagi ribu-ribut kasihan,” pungkasnya. (rakyatsultra/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI