BP2MI Ajak Pemprov Sultra Berantas Sindikat Penempatan PMI Ilegal

Kamis, 15 April 2021 20:43

Lanjut Benny Rhamdani, saat ini Pekerja Imigran Indonesia ada sekitar 640 yang sakit dan bahkan ada yang meninggal dunia di Luar Negeri, dan rata-rata adalah Pekerja Imigran yang berangkat secara tidak resmi dan mengalami tindak eksploitasi dan kekerasan.

” Dan dari data ini, maka perlindungan pekerja Imigran indonesia harus menjadi komitmen kita bersama karena mereka ini menjadi pahlawan devisa bagi Negara. Dan kami berharap anggota DPRD Provinsi Sultra dapat mendorong adanya perda perlindungan terhadap pekerja Imigran di Sultra, sehingga Provinsi Sulawesi tenggara yang menjadi Provinsi kedua yang memiliki perda perlindungan pekerja imigran setelah Provinsi Jawa Barat,” harapnya.

Kata Benny Rhamdani, bahwa setelah satu tahun ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo di istana negara dan Presiden menitipkan pesan agar perlindungan pekerja imigran Indonesia harus dilakukan dari ujung rambut hingga ujung kaki, dan ini akhirnya menjadi slogan dari BP2MI.

” Pekerja migran Indonesia (PMI) adalah penyumbang devisa terbesar kepada negara sebesar 159,6 Triliyun Rupuah setelah sumbangan devisa dari sektor migas. Oleh Karena itu Perlindungan terhadap PMI adalah Prioritas Utama bagi Negara, karena Mereka ini adalah orang-orang hebat yang berani meninggalkan tanah air dan keluarga untuk mencari kehidupan di negara lain dan juga menyumbang pendapatan bagi negara,” bebernya.

Lanjut Benny Rhamdani, bahwa BP2MI sangat konsen dalam perlindungan PMI dengan melaksanakan pelatihan pendidikan PMI secara serius dan sungguh-sungguh di seluruh Kabupaten dan Provinsi sesuai Mandat Undang-undang No.18 Tahun 2017 sebagai langkah awal kita memerangi sindikat penempatan ilegal di Indonesia.

Komentar

VIDEO TERKINI