Bukan Polisi, Penganiaya Perawat di Palembang Ternyata Pengusaha Sparepart

Sabtu, 17 April 2021 13:32

Tersangka Jason Tjakrawinata ditahan polisi kasus penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang (ist)

SULTRA. FAJAR.CO.ID, PALEMBANG— Jason Tjakrawinata alias JT (38) ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya. Jason berprofesi pengusaha sparepart mobil/motor.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Prawira saat jumpa pers di Mapolrestabes, Sabtu (17/4/2021) menyebutkan, Jason ditangkap Satreskrim Polrestabes Palembang di kediamannya Jumat malam (16/4) sekitar pukul 19.00 WIB.

Jason ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

“Tersangka yang berprofesi sebagai pengusaha onderdil atau sparepart motor/mobil ini tiba Polrestabes sekitar pukul 24.00 WIB,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka kini ditahan. Tersangka dijerat Pasal 351 KUHPidana terkait penganiayaan yang Jason lakukan.

“Ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara,” ujarnya.

Selain kasus penganiayaan, tersangka juga dijerat pasal pengerusakan.

Jason Tjakrawinata dijerat kasus pengerusakan karena merusak telepon genggam atau ponsel salah satu perawat RS Siloam.

“Karena ada laporan dari korban lainnya yang ponselnya rusak oleh tersangka, maka tersangka juga kita jerat dengan pasal sesuai dengan tindak pidana pengerusakan,” terangnya lagi.

Seperti diketahui, polisi telah melakukan gelar perkara kasus penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya, Palembang.

Jason Tjakrawinata alias JT (38) sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Selain terjerat kasus penganiayaan, Jason juga dijerat kasus pengerusakan.

Sebelumnya, Managemant RS Siloam Sriwijaya Sumatera Selatan (Sumsel) menceritakan kronologi perawat dianiaya orang tua pasien.

Managemant RS Siloam Sriwijay mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/4/2021) pukul 13.40 WIB.

Kejadian tersebut mengakibatkan perawat bernama Kristina Ramauli mengalami luka memar di bagian pipi kiri, robek di bibir dan perut.

“Kejadian penganiayaan ini semestinya tidak perlu terjadi,” kata direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijya, Tata, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (16/4).

“Kami, managemen RS Siloam sangat menyesalkan perbuatan pelaku, karena kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pasien yang dirawat,” tambahnya.(pojoksatu/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI