Wagub Sultra Imbau Masyarakat Tidak Mudik

Jumat, 30 April 2021 14:42

Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, H Lukman Abunawas

SULTRA.FAJAR.CO.ID, KENDARI — Wakil Gubernur (Wagub) Sultra, H Lukman Abunawas meminta masyarakat tidak melakukan mudik lebaran. Hingga kini, wabah covid-19 di Sultra belum berakhir.

Mobilisasi warga di saat mudik lebaran berpotensi memicu penularan virus yang menyerang sistem pernapasan ini.

“Lebaran kali ini tunda dulu mudiknya. Jangan sampai niat silaturahmi ini menimbulkan masalah. Tidak hanya bagi diri maupun orang lain. Apalagi pemerintah telah memberlakukan larangan mudik lebaran tahun ini,” kata Lukman Abunawas saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/4).

Untuk bisa tetap bersilaturahmi kata mantan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra ini, teknologi telah memberikan berbagai kemudahan.

Hanya dengan handphone, siapa saja bisa berkomunikasi baik telepon maupun video call dengan sanak saudara di kampung atau di luar daerah.

“Jadi sudah tidak berat. Apa salahnya memanfaatkan teknologi yang ada. Kan sekarang sudah ada handphone, silakan komunikasi via telepon saja. Terlebih kita tidak mudik demi menekan angka penyebaran pandemi, tentu demi kesehatan dan keselamatan bersama” jelasnya.

Sebagaimana yang telah ditetapkan, Pemprov memberlakukan larangan mudik antar provinsi. Sementara mudik antar kabupaten kota di Sultra tetap diizinkan, namun tetap dengan pengetatan protokol kesehatan.

“Jadi mudik yang tidak bisa itu di laur daerah Sultra. Tapi kalau dari Kendari ke Muna atau daerah lain di Sultra bisa, namun dengan mematuhi aturan yang ada terkait protokol kesehatan dan peryataran-persyaratan tambahan lainya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra, Hado Hasina mengatakan pemerintah telah meniadakan mudik.

Hal ini mengacu Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2021, surat edaran (SE) Satgas Covid-19 nomor 12 dan 13 termasuk adendumnya.

“Aturan itu jelas. Yang ditiadakan adalah mudiknya. Bukan peniadaan transportasi. Sebab, transportasi tetap ada melayani pelaku perjalanan, namun tetap dikecualikan merujuk dalam Surat edaran Satgas. Jadi, semua simpul transportasi kita perketat pengawasan. Terlebih ini jelas dalam larangan mudik, sebagai upaya menekan angka pandemi Covid-19, ” tutupnya. (kendarinews/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI