Triwulan I Ekonomi Sultra Tumbuh Positif

  • Bagikan

Perbaikan kinerja lapangan usaha pertambangan disebabkan oleh peningkatan aktivitas penambangan dalam rangka memenuhi permintaan industri pengolahan nikel. Industri pengolahan tumbuh negatif -0,02 persen disebabkan oleh penurunan aktivitas industri pengolahan bahan makanan.

Sementara, konstruksi mengalami akselerasi karena proyek smelter nikel dan pabrik aspal oleh swasta serta berlanjutnya proyek jalan Kendari–Toronipa dan perpustakaan modern bertaraf internasional Kendari.

“Lapangan usaha perdagangan mengalami peningkatan kinerja signifikan seiring normalisasi aktivitas masyarakat dan jalur distribusi yang disertai pulihnya daya beli dan persepsi masyarakat,” terangnya.

Dari sisi ekspor, lanjut Bimo, Sultra masih menikmati net ekspor yang positif. Artinya, nilai ekspor lebih besar dari pada nilai impor. Kinerja ekspor luar negeri Sultra pada triwulan I 2021 tercatat tumbuh sebesar 87,48 persen (yoy) dengan nilai ekspor sebesar 781,1 juta dolar AS dan net ekspor sebesar 413,6 juta dolar AS. Pertumbuhan ekspor tersebut selaras dengan kenaikan permintaan komoditas olahan nikel.

Sayangnya, ekspor Sultra sejauh ini masih terkonsentrasi pada industri nikel (besi dan baja). Padahal, Sultra memiliki potensi sumber daya alam yang besar di sektor pertanian dan perikanan yang memungkinkan pemerintah untuk melakukan diversifikasi produk ekspor.

Sehingga, ekspor Sultra yang selama ini didominasi oleh komoditas besi dan baja bisa ditopang oleh produk industri manufaktur berbasis pertanian dan perikanan.

  • Bagikan