Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie Bersatu Membantu Pemerintah Di Tengah Pandemi Covid 19

Jumat, 2 Juli 2021 09:25

SULTRA.FAJAR.CO.ID, KENDARI – Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) ke VIII berakhirnya dengan Musyawarah Mufakat, bukan dengan Voting apalagi gontok-gontokan. Dan ini merupakan sejarah yang luar biasa dalam Munas Kadin yang dilaksanakan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Musyawarah untuk Mufakat ini menghasilkan sebuah keputusan, Bapak Asrjad Rasjid terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kadin periode 2021-2026, dan Bapak Anindya Bakrie sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia periode 2021-2026.

Keputusan yang bersejarah ini, dari kedua Tokoh Besar Kadin Indonesia ini dalam rangka menguatkan Kadin Indonesia dan menguatkan Bangsa ini dari masalah kesehatan dan masalah ekonomi saat ini.

Hal ini diungkapkan oleh Anindya Bakrie Ketua Dewan Pertimbangan Kadin terpillih saat konferensi pers bersama awak media usai Munas Kadin ke VIII pada hari Kamis, (1/7) kemarin.

“Tentu kami dari Dewan Pertimbangan Kadin akan mendukung Ketua Umum, karena saat ini dibutuhkan sekarang ini adalah gotong-royong, sehingga didalam Munas inipun semangatnya gotong royong, dimana musyawarah nasional kali ini mengutamakan kemufakatan, jadi ini adalah suatu yang sebenarnya luar biasa juga, kalau dilihat dalam 6 hingga 7 Munas sebelumnya, belum pernah terjadi penetapan Ketua Umum dan Ketua Dewan Pertimbangan di Munas secara mufakat seperti saat ini,” ungkapnya.

Sambungnya, dan munas saat ini sudah terjadi istilahnya pembagian tugas yang jelas, jadi mudah-mudahan ini bisa sedikit banyak menjadi jawaban atas arahan pemerintah untuk memastikan Munas tidak gaduh, harmonis tapi juga tentunya mengutamakan kebersamaan, karena pekerjaan rumah kita sangat banyak, istilahnya tanpa covid pun sulit, apalagi dengan covid.

Anindya Bakrie juga membantah bahwa selama Munas ini terjadi gontok-gontokan, tapi terjadi sebenarnya ada bermufakat demi kemajuan Kadin dan bagaimana berkontribusi membantu pemerintah keluar dari masalah pandemi Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Jadi tidak ada gontok-gontokan, Kadin ini adalah organisasi dunia usaha, jadi kita bukan organisasi politik, atau organisasi masyarakat, atau organisasi bela diri, jadi kita itu organisasi dunia usaha dan didalam organisasi usaha yang penting adalah kemampuan berbagi-bagi seperti istilahnya usaha,” ujar Anindya Bakrie.

Lanjutnya, bahwa kami tidak merasa, adanya upaya-upaya yang istilahnya ditujukan untuk memperuncing, justru kami disini bersepakat untuk mendinginkan suasana, karena tujuannya sama, bagaimana kita bangkit bahkan syukur-syukur dapat bertransformasi sehabis masa pandemi covid saat ini, yang kita belum tahu seberapa lama.

“Sehingga saya bersama pak arsjad berdiskusi mencari bentuk, yang kami lakukan bukan sehari dua hari, tapi sudah lama, mulai dari awal,” tuturnya.

“Dan alhamdulillah, setelah dicapai tepat sebelum Munas sehingga kita komitmen, yang kalau bisa kita gabung kenapa tidak, tentu musti jelas, Ketua umumnya pak arsjad yang menjalankan, dan saya hanya menimbang-nimbang, tapi intinya bagaimana Kadin berkontribusi secara maksimal untuk membantu pemerintah keluar dari pandemi ini dan memulihkan ekonomi ini bersama Anindya,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Arsjad Rasjid Ketua Kadin Terpilih, juga menyampaikan bahwa apa yang dilakukan dalam Munas Kadin kali ini adalah sebuah sejarah yang sesuai dengan culture value bangsa Indonesia.

“Yang ingin, saya sampaikan pada sore ini, pertama kita patut mensyukuri, karena apa yang kita upayakan dan yang kita lakukan hari ini, yakni di Munas ini yang dilaksanakan oleh Ketum Rosan telah berjalan dengan aman dan baik, dan yang paling menyenangkan adalah proses sejarah yang apa disebutkan pak Anin, sejalan bagaimana sesuai dengan culture value Indonesia yakni gotong royong, bersatu, dimana kita bisa melakukan keputusan atau pemilihan dengan suatu proses musyawarah untuk mufakat,” bebernya.

“Nah, ini saya rasa adalah suatu proses sejarah di Kadin Indonesia ,dan juga bisa dilihat oleh organisasi lainnya, yang dimana sebetulnya selain memilih, ada cara lain, selain voting, ada cara lain yaitu musyawarah mufakat,” sambungnya.

Ia juga menambahkan bahwa alhamdulilah, pada hari ini saya dan pak Anin bersama-sama dan yang paling penting dilihat bagaimana Kadin indonesia kedepan, kita tidak perlu lihat lagi kebelakang, tapi mari lihat kedepan, kita belajar dari belakang, dan bagaimana supaya lebih baik kedepannya.

“Dan disini pak Anin dan saya sepakat untuk bergabung, dan bergabungnya untuk menguatkan Kadin dan untuk membantu bagaimana bangsa ini kuat dari masalah kesehatan dan masalah ekonomi, jadi ini adalah peran utama Kadin kedepannya dan demikian formatur juga sudah ditetapkan dan sekarang ini dalam satu bulan kedepan dapat membantu saya bersama-sama pak Anin, dan anggota formatur lainnya untuk bersama-sama menyiapkan yang namanya pengurus Kadin Indonesia kedepan 2021 hingga 2026,” jelasnya.

Ia juga bertekad apa yang sudah dijalankan oleh Ketua Umum sebelumnya akan terus dijalankan sesuai target yang direncanakan.

“Nah disini, bagaimana kita harus secara cepat, namun bersamaan dengan menyusun program kerja, karena kita juga tidak bisa diam, karena juga harus terus berjalan rangkaian dan dijalan nanti ada tim transisi yang dimana untuk melaksanakan program-program yang sedang berjalan di kadin, contohnya program vaksinasi gotong-royong yang sudah dijalankan oleh pak Rosan,” tegasnya.

“Bagaimana kita harus terus, tidak boleh stop, tapi harus tetap berjalan, apalagi sudah pernah dikatakan oleh presiden menargetkan 3 juta perbulan, dan ini perhari, ini bagaimana kita harus melaksanakan ini dan menjadi target dan bagaimana kita bersama-sama untuk Kadin berpartisipasi dalam hal ini, disinilah wujud persatuan dan kesatuan kita bersama untuk menjawab tantangan yang ada didepan kita,” pungkasnya.(ismar/FNN)

Komentar

VIDEO TERKINI