Ringankan Beban Warganya, Pemkot Kendari Beri Bantuan Benih Ikan

Senin, 9 Agustus 2021 11:56

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir melepas ribuan benih ikan di salah satu kolam milik kelompok nelayan di Kelurahan Tipulu

SULTRA.FAJAR.CO.ID, KENDARI — Kelompok masyarakat kecil paling terdampak pandemi Covid-19.

Kondisi ekonomi masyarakat pun kian terhimpit akibat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Beberapa kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami penurunan omset.

Tak ingin warganya kesulitan, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir berinisiatif berbagi bantuan benih ikan kepada warga terdampak.

Wali Kota Sulkarnain mengungkapkan, selain menyalurkan bantuan langsung tunai (BST) sebesar Rp 300 ribu kepada sekira 8.000 penerima, ia juga membagikan bantuan benih ikan bagi warga yang berminat membudidayakan ikan air tawar.

“Mudah-mudahan bantuan benihnya bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang mengalami kesulitan di masa pandemi. Saya harap masyarakat yang menerima betul-betul yang dihimpit masalah ekonomi. Mungkin karena usahanya kurang laris karena PPKM, mungkin dirumahkan bagi karyawan atau bahkan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Itu kita bantu,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari, Imran Ismail mengatakan setiap tahun menyiapkan ribuan ekor benih ikan air tawar.

Benih tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang ingin berbudidaya ikan air tawar dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

Selain itu, benih ikan diperuntukkan bagi warga kesulitan ekonomi atau tidak mampu membelinya (benih).

“Masyarakat yang butuh benih ikan bisa langsung menghubungi penyuluh perikanan di kantor kecamatan atau di UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kendari. Kami siapkan beberapa jenis bibit ikan air tawar seperti ikan koi, lele, nila, dan ikan mas,” kata Imran Ismail.

Pada sisi lain, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak Covid-19 khususnya para nelayan, DKP Kota Kendari mengupayakan pengadaan sarana perikanan dan alat tangkap nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Selain karena tidak diporsikan dalam APBD, pengajuan pengadaan sarana perikanan dan alat tangkap dilakukan mengingat pada 2020 kemarin, nelayan tak mendapatkan bantuan.

“Sebenarnya sudah dianggarkan bantuan sarana dan alat tangkap nelayan baik melalui APBD maupun APBN, hanya saja karena recofusing jadi bantuan ditiadakan. Tahun ini kami ajukan kembali,” kata Imran Ismail.

Adapun bantuan yang diajukan kepada pemerintah pusat, meliputi bantuan sarana perikanan seperti perahu, cool box dan bantuan alat tangkap seperti pancing rawai, pancing tuna, jaring, jaket pelampung dan keperluan nelayan lainnya.

Terkait nominal usulan, Imran mengaku tidak mencantumkan angka dalam pengajuannya. Sebab, kata dia, bantuan yang diberikan KKP adalah dalam bentuk hibah sehingga tergantung kemampuan KPP.

“Semua tergantung pusat, kalau disetujui pasti kami dikonfirmasi kembali apa-apa yang menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Imran menambahkan, jika disetujui pusat, bantuan nantinya akan disalurkan kepada nelayan yang tergabung dalam koperasi usaha bersama (KUB) atau kelompok nelayan lainnya serta bagi mereka yang memiliki kartu pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan (Kusuka).

Saat ini dari 6.989 nelayan di Kendari, sekira 4.000 nelayan memiliki kartu Kusuka. Mereka tersebar diseluruh kecamatan pesisir seperti Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Kambu, Poasia, Abeli dan Nambo.

“Bagi nelayan budidaya jangan khawatir. Tahun ini kami juga usul bantuan sarana produksi usaha nelayan (BSPUN) seperti yang pada Februari lalu sempat disalurkan. Bantuan yang dimaksud adalah benih ikan air tawar,” pungkas Imran Ismail.(KN/fajar)

Komentar

VIDEO TERKINI