Berstatus Saksi, Direktur PT. Thosida Indonesia Mangkir Empat Kali

Kamis, 9 September 2021 20:12

SULTRA.FAJAR.CO.ID, KENDARI – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Umum untuk kembali memeriksa Direktur Utama PT. Thosida Indonesia La Ode Sinarwan Oda.

Dalam tahap penyidikan ulang ini, La Ode Sinarwan Oda masih berkapasitas sebagai Saksi, akan tetapi sudah diberi panggilan sebanyak 4 Kali, tapi yang bersangkutan belum juga hadir memenuhi panggilan tim penyidik Kejati Sultra.

Hal ini diungkapkan oleh Asisten Intelejen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Noer Adi saat konferensi Pers di Aula Kejati Sultra, Kamis (9/9).

“Jadi pasca adanya putusan praperadilan, Kejati Sultra akhirnya mengulang proses penyidikan dan membuat Sprindik umum dan terhadap LSO kapasitasnya sebagai saksi itu sudah dipanggil sebanyak 4 Kali sampai hari ini, tapi yang bersangkutan tidak pernah hadir,” ungkapnya.

“Dan alasan tidak menghadiri panggilan penyidikan dengan alasan karena PPKM,” lanjutnya.

Lalu kata Noer Adi, dan hari ini yang keempat kali kita panggil, dengan tempat pemeriksaan kita meminjam di Kejaksaan Agung, tapi lagi-lagi yang bersangkutan juga tidak hadir.

“Selanjutnya kita mencoba memeriksa ditempat kediaman atau domisili daripada saksi, ya kita kirimkan tim penyidik ke Jakarta, ditempat dimana dia berdomisili, tetapi ia tidak memenuhi juga panggilan,” tuturnya.

Terkait apakah akan ada opsi jemput paksa, Noer Adi mengatakan akan dirapatkan dulu, apakah nanti dipenyidik berikutnya, karena sudah empat kali bahkan kita sudah kooperatif, tapi tetap ia tidak bersedia untuk memenuhi panggilan untuk diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

“Sebenarnya terkait itu, tergantung subyektifitas orang menilai, kalau misalnya orang mau beritikad baik, tentunya tidak juga mengunakan alibi dan alasan yang bermacam-macam. Harusnya ia menunjukkan Itikad baiknya sebagai warga negara yang taat akan hukum,” imbuhnya.

kata Noer Adi, memang kemarin, akibat daripada keputusan pra peradilan yang menerima gugatan LSO, termasuk salah satunya adalah supaya proses cekal itu dicabut.

Menurutnya, itu sebenarnya diluar obyek, karena obyek dari pra peradilan itu perluasan sesuai putusan MK itu hanya sah tidaknya penetapan tersangka, tidak include pada hal-hal lain yang menyangkut diluar itu.

“Tetapi tetap akan kita laksanakan, karena kita menghormati keputusan hakim atas praperadilan tersebut dan kita sudah membatalkan proses cekal itu,” kata Noer Adi.

“Tadi ditanya apakah ada kekhawatiran, dia melarikan diri atau tidak, tentunya kita khawatir karena proses cekal kita sudah cabut, tapi tentu kita akan mengambil sikap atau langkah-langkah opsi lainnya,” pungkasnya.(ismar/FNN)

Komentar

VIDEO TERKINI