Komisi V DPR Kunker Spesifik ke Sultra, Ini Pembahasannya

  • Bagikan

Selain itu, terkait dengan pengembangan infrastruktur Bandara Udara Sangia Nibandera di Kolaka, pembangunan Bandara Udara Halu Oleo dalam rangka peningkatan status Bandara Udara Halu Oleo menjadi bandara internasional dan embarkasi haji, serta pengembangan Bandara Udara Matahora di Wakatobi.

Selain itu, terkait pemanfaatan aspal Buton yang siap dipasarkan, pengembangan Pelabuhan Nambo dan pengusulan kawasan ekonomi khusus aspal Buton untuk mendorong peningkatan investasi di sektor pertambangan aspal dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Selanjutnya, dibahas pula mengenai pelabuhan penyeberangan Amolengo di Konsel yang memiliki peran sangat vital dan strategis dalam menghubungkan wilayah daratan dan kepulauan di Sultra.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengatakan, perencanaan pembangunan yang baru untuk saat ini belum akan direalisasikan. Hal ini disebabkan adanya surat Presiden yang menyampaikan proyek-proyek yang tidak terealisasikan sampai tahun 2024, maka itu harus ditunda dulu.

“Harus menyelesaikan dulu pekerjaan-pekerjaan yang sudah ada, yang dinilai tingkat penyelesaiannya bisa diselesaikan tahun 2024,” jelas Ridwan Bae.

Di akhir diskusi, Gubernur Sultra berharap agar pembangunan proyek jembatan penghubung Pulau Buton dan Pulau Muna segera dibangun.

“Mudah-mudahan tahun 2022 ini paling tidak tahun 2023 sudah ada anggaran Rp 4,5 triliun sesuai janji Pak Menteri dan ini saya sudah sampaikan ke masyarakat. Ini janji saya kepada masyarakat,”ucap Gubernur.(IMR/FNN).

  • Bagikan