Maraknya Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM, Ini Tanggapan Sekjen PDIP

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Maraknya aksi demonstrasi mahasiswa dan rakyat menuntut Pemerintahan Joko Widodo – Mar’uf Amin untuk membatalkan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh penjuru Indonesia, karena dianggap akan menyengsarakan rakyat.

Hal ini mendapat respon dan tanggapan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang mengatakan bahwa kebijakan tersebut adalah keputusan yang pahit yang harus diambil oleh pemerintah yang merupakan akibat tekanan global dampak perang Rusia dan Ukraina, dan menurutnya yang harus dilakukan saat ini oleh seluruh kader PDIP adalah membantu rakyat dan memberi penjelasan terkait keputusan pemerintah tersebut.

“Lebih baik sekarang kita membantu rakyat yang dalam situasi yang tidak mudah, dan kemudian membantu memberikan penjelasan terkait keputusan Pak Jokowi untuk menaikkan BBM, ini suatu keputusan yang sangat pahit, meskipun Jokowi sudah mencoba mengambil alih Blok Rokan, mengambil alih Blok Mahakam, akan tetapi ternyata tekanan global akibat perang Rusia Ukraina, itu sangat besar dampaknya,”jelas Hasto kepada fajar.co.id, Rabu (7/9).

Sambungnya, kami (PDIP) bertugas untuk mengedepankan dialog, termasuk bertemu dengan teman-teman mahasiswa dan kemudian menampung berbagai aspirasi, dan Pak Jokowi adalah pemimpin yang terus bekerja keras, dia adalah pemimpin yang mendengarkan seluruh aspirasi yang disampaikan, termasuk yang melalui demo sekalipun.

“Ya, kami mendorong, misalnya PDI Perjuangan melakukan langkah-langkah positif dengan mendorong kepala daerah dan pimpinan dewan untuk melakukan kebijakan realokasi anggaran, memperkuat bantalan sosial yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat, sehingga ini menjadi beban kita bersama,”paparnya.

  • Bagikan

Exit mobile version