“Kenapa lokasi syutingnya di Bau-bau bukan di Wakatobi, karena disana yang paling pas, ada Butonnya, ada Karing-karingnya. Kemarin ada pilihan kami mau ke Kendari dan Wanci, loadingnya alat lagi, dan mahal lagi sebenarnya. Tapi Bau-bau itu adalah tempat paling layak, ada Keratonnya, ada pantainya, ada Karing-karing, ada Komunitas Bali. Jadi paling pas itu tempat,”tambahnya.
“Untuk tayangnya sampai lebaran, dan sampai sepanjang-panjangnya. Doanya sih, 3 bulan kepengennya, dengan target penonton sebanyak 10 juta penonton,”ucap Naya Anindita dan Raim Laode
Di tempat yang sama Pemeran Raim Laode dalam Film KOMANG, Kiesha Alvaro menyampaikan soal bagaimana ia harus belajar dialek Buton dalam film ini.
“Ehh, pengenalan dialek saja sih, karena saya orang Palu dan harus berlogat Buton, sehingga saya belajar langsung kepada kakak Raim Laode, Kakak Ari Kriting,”ungkapnya.
Sambung Anak Sulung Pasha Ungu ini, bahwa ia banyak ngobrol juga dengan warga-warga sekitar situ. Untuk menanyakan soal langgam, cara bertutur, struktur kata, hubungan-hubungan kata, intonasi.
“Supaya apa? supaya saya kan sebagai orang Sulawesi pasti bangga jugalah, memerankan karakter Sulawesi walaupun bukan daerahku,”
“Saya kan orang Palu, menyeberang sedikitlah, naik kapal sedikit ke Bau-bau, ke Buton gitu, saya bangga, makanya saya mau juga ketika nanti orang Buton ini, orang bisa percaya kalau saya orang Buton, dan saya juga bisa bangga karena saya mewakili mereka sebagai orang Buton,”imbuhnya.
Sementara itu, Aurora Ribero yang berperan sebagai Komang dalam film ini mengatakan bahwa soal dialek Bali, dia mengaku sudah terbiasa dengan dialek Bali, karena ia besar di Pulau Bali dan film ini menurutnya sangat Challenging baginya.