Prof.Dr.drg. Muh.Harun Achmad, Dosen Unhas yang Masuk Daftar Peneliti Paling Berpengaruh di Dunia

  • Bagikan

Pasalnya, rata-rata ilmuwan lainnya telah aktif sejak lama. Bahkan ada peneliti yang sudah berpartisipasi sejak 1982.

“Saya baru serius di 2016. Yang saya teliti macam-macam, ada soal kanker rongga mulut, penggunaan obat herbal untuk hambatan kuman dalam rongga mulut dan lainnya. Paling terakhir, saya buat alat Elecromyografi untuk mendeteksi kekuatan kontraksi otot gigi,” katanya, kemarin.

Alat itu belum ada di Indonesia. Sehingga Harun berinisiatif menciptakannya bersama oleh dosen Teknik Informatika dan Teknik Elektro. Namanya alat diagnostik kontraksi otot orofasial Dentosmart EMG.

Digunakan untuk mendeteksi kekuatan kontraksi otot orofasial untuk preventif gigi tidak beraturan (maloklusi) pada anak tumbuh kembang.

Sehingga seorang anak yang umur belasan tahun giginya tonggos bisa dideteksi, kemudian bisa dicegah agar tidak tambah tonggos dengan memperbaiki otot giginya.

Alatnya berhasil tercipta saat kompetisi riset nasional Kemeristek Dikti selama dua tahun untuk riset dasar dan akan lanjut ke terapan.

“Alatnya belum ada di Indonesia, cuma ada di Jepang dan Amerika. Sementara tidak bisa dipinjamkan, terpaksa kami bikin sendiri alatnya dan akan saya patenkan nanti,” ujar suami dari Dr. dr. Sri Ramadhany., MARS, Sp-KKLP ini.

Meski sudah menorehkan prestasi internasional, Harun tak lantas berpuas diri.

Malah dia mengaku makin terpacu untuk berkarya melahirkan penelitian yang berguna bagi umat manusia.

“Masuk dua persen scientics dunia ini mudah-mudahan semakin memacu spirit saya untuk lebih produktif. Saya merasa sudah selesai dengan diri saya, sekarang lebih berfikir bagaimana lebih berguna bagi masyarakat,” katanya.

  • Bagikan

Exit mobile version