Foto Anies-Amran Sulaiman “Mesra” di Makassar Viral, Begini Kata Pengamat

  • Bagikan
Anies dan Amran Sulaiman duduk berdampingan dalam acara Mappacci putra politisi Golkar, Nurdin Halid di Makassar, Jumat (21/1/2022) malam

Prosesi mappacci merupakan acara simbolik yang bertujuan membersihkan calon pengantin agar kelak melahirkan generasi yang berkualitas dan menjadi penerus yang dapat diandalkan.

Dalam tradisi mappacci terdapat beberapa kelengkapan yang disiapkan untuk kelancaran prosesi misalnya daun pisang, daun nangka, kelapa, gula merah dan lilin. Interpretasi filosofisnya adalah sebagai berikut.

Pertama, daun pisang merepresentasi reproduksi yang subur karena pisang tidak akan mati dan kering sebelum bertunas.

“Sebuah keluarga pasti menginginkan regenerasi karena salah satu tujuan utama pernikahan adalah melahirkan keturunan,” jelas Sawedi kepada fajar.co.id, Sabtu (22/1/2022).

Kedua, daun nangka adalah pelengkap utama dari mappacci. Ada pepatah Bugis yang mengatakan “dua mitu mamala riyala sappo; unganna panasa (lempu) sibawa benona kanukue (paccing)”.

Artinya calon pengantin senantiasa berpegang teguh pada kejujuran dan kebersihan lahir dan batin dalam mengarungi kehidupan.

Ketiga, kelapa muda dan gula merah adalah pasangan yang tidak terpisahkan. Tidak akan lengkap rasanya kelapa muda tanpa gula merah dan sebaliknya.

Keempat lilin adalah simbol penerang. Pengantin diharapkan menjadi penerang dan mampu memberi kontribusi positif dan menebar kebaikan di dalam masyarakat.

“Sosok yang mempertemukan ARB dan AAS dalam momentum “mappacci” sesungguhnya ingin memberi penegasan ke publik bahwa Anies dan Amran adalah pasangan ideal yang memiliki sikap keteguhan dan keuletan membangun bangsa, bersih dan jujur lahir dan batin, pasangan yang saling melengkapi dan mampu memberi penerang (solusi) terhadap persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini,” cetusnya.

  • Bagikan

Exit mobile version