Sejarah Titik Nol Kilometer dan Kawasan Kota Lama Kendari, Endry Tekaka: Titik Nol Kilometer Berfungsi Mengukur Jarak dari Kota Kendari dan Daerah Sekitarnya

  • Bagikan

Kata Endry, di Kawasan itu juga dibangun Tangsi militer atau barak militer, Sekolah Tionghoa yang dibangun pada tahun 1875, Kantor Countroliuer yang dibangun pada tahun 1869, Post Telegraaf dan Telefoon kantoor yang dibangun pada tahun 1912, dan Gereja.

“Walaupun dengan keberadaan bangunan-bangunan tersebut saat itu secara tidak langsung merusak filosofi masyarakat pribumi sebagai sumbu imajiner yang ada sehingga dianggap mengurangi kewibawaan Raja dan masyarakatnya,”imbuhnya.

Lebih lanjut Endry menyampaikan bahwa pemerintah saat itu juga membangun sebuah Taman Kota berbentuk bundaran. Di Bundaran inilah yang menjadi titik nol kilometer Kendari, yang memiliki fungsi untuk mengukur jarak dari Kota Kendari menuju daerah di sekitarnya, seperti ke Tinanggea dan ke arah Wawotobi.

“Nol kilometer adalah sebuah Landscap, Taman berbentuk persimpangan yang mempertemukan beberapa ruas jalan,”ungkapnya.

Lanjutnya, bahwa di sisi utara adalah Jalan utama menuju Kantor Pemerintahan, ke Pelabuhan dan Kawasan perdagangan atau Chinese Shop serta bangunan gudang penyimpanan hasil-hasil pertanian dan perkebunan.

“Sisi Selatan adalah jalan utama menuju Rumah Sakit dan Istana Raja Kendari. Sedangkan sisi Timur adalah yang merupakan akses menuju Mandonga dari arah timur, Jalan Raja Tekaka di sisi Barat yang menjadi akses menuju Rumah sakit dan Barak militer dari arah Barat,”bebernya.

Endry mengungkapkan bahwa di ujung jalan pada awalnya terdapat sebuah gapura yang dibangun oleh Raja Kendari, yang oleh orang Belanda biasa menyebutnya Gladhag atau gerbang Raja, namun saat ini sudah tidak ada lagi.

  • Bagikan