Hasil Audit BPKP Sultra, Kerugian Negara Kasus PT. Thosida Indonesia Senilai Rp.495 Miliar

Kamis, 9 September 2021 18:31

SULTRA.FAJAR.CO.ID, KENDARI – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tenggara merilis perkembangan terbaru kasus Pertambangan PT. Thosida Indonesia terkait laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan kerugian negara akibat penyimpangan pengunaan Kawasan Hutan sebesar Rp.495 Milyar Lebih.

Hal ini diungkapkan oleh Asisten Intelejen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara Noer Adi dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Setyawan Nur Chaliq dalam konferensi persnya di Aula Kejati Sulawesi Tenggara, Kamis (9/9) sore.

“Kaitan dengan progres penanganan kasus PT. Thosida Indonesia yang masih proses dalam tahap penyidikan, sebagaimana kita ketahui bahwa progres penanganan kasus tersebut sudah ditetapkan 4 orang tersangka, dimana ketiga berkas tersangka diantaranya Umar, Buhardiman, dan Yusmin sudah dalam tahap pra penuntutan yaitu penelitian berkas perkara,” terang Asintel Kejati Sultra Noer Hadi.

Lanjutnya, adapun perkara atas nama Laode Sinarwan Oda mengingat kemarin telah mengajukan pra peradilan dan gugatannya diterima oleh Pengadilan Negeri Kendari

“Jadi kami melakukan proses penyidikan dari awal, dengan mengulang lagi penyidikan dengan menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) umum,” tandasnya.

Sementara itu, Aspidsus Kejati Sultra Setyawan Nur Chaliq mengatakan bahwa sesuai amanah pimpinan, bahwa kita dalam melakukan proses penyidikan ini berusaha setransparan mungkin kepada media untuk diketahui masyarakat.

“Berkaitan dengan penanganan perkara dugaan penyimpangan pada pengunaan kawasan hutan dan persetujuan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) PT. Thosida Indonesia, sekarang ini Alhamdulillah, kemarin tepatnya kita sudah mendapatkan perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh BPKP perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra),” ujarnya.

Kata Setyawan, bahwa Kemarin (8/9) secara resmi dengan Surat dengan nomor SR.1652/BW. 20/5/2021 perihal laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara, berkaitan dengan perkara yang kita tangani terkait PT. Thosida Indonesia

“Bahwa dari laporan tersebut berkaitan dengan kerugian negara diuraikan adanya penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 495.216.631.168.83,- atau 495 Milyar Rupiah lebih,” bebernya.

Sambungnya, hasil resmi dari audit BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara ini merupakan permintaan dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara yakni penyidik kepada BPKP Perwakilan Provinsi Sultra.

“Sudah resmi kami dapatkan hasil auditnya, dan sebagai tindaklanjutnya akan dilakukan pemeriksaan ahli yaitu auditor, setelah itu bisa kita rampungkan dengan pemberkasan perkara ini, dan rencananya akan segera dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti, setelah berkas dinyatakan lengkap,” tambahnya lagi.

“Bahwa kerugian negara ini ada dua yakni kerugian PNBP IPPKH dan Kerugian terkait ore nikel yang telah dijual sebelum dan setelah pencabutan izin dari mulai tahun 2016 sampai dengan tahun 2021,” pungkasnya.(ismar/FNN)

Komentar

VIDEO TERKINI