Saiful Mujani: Partai Baru Sulit Lolos, Karena Tidak Memenuhi Syarat Kebaruan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ilmuwan politik, Prof. Saiful Mujani, menyatakan peluang partai-partai baru untuk lolos ke Senayan sangat berat. Hal ini disampaikan pada program Bedah Politik episode ”Peluang Partai-partai Baru” yang tayang di kanal Youtube SMRC TV pada Kamis, (18/8).

Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) itu melihat bahwa ada tiga faktor yang bisa mendorong lahirnya partai baru dan mendapatkan dukungan publik: momentum, basis sosial, dan tokoh. Ketiga hal ini cenderung tidak dimiliki oleh partai-partai baru.

Salah satu alasan agar suatu partai baru mendapatkan dukungan publik adalah adanya momentum. Menurut Saiful, momentum tidak bisa diciptakan, dia muncul tiba-tiba dalam sejarah. Pada 1999, misalnya, ada momentum krisis ekonomi dan keruntuhan Orde Baru. Ini momentum politik besar yang tidak bisa diulang dan direkayasa begitu saja.

1999 adalah momentum bagi PDI Perjuangan, karena keruntuhan Orde Baru pada 1998 identik dengan represi pada PDI Perjuangan. Nama PDIP sendiri lahir sebagai perjuangan melawan Orde Baru. PDIP mendapatkan suara yang sangat siginifikan sebesar 34 persen dalam sejarah politik Indonesia pada 1999, karena ada momentum. Dan perolehan suara besar ini juga pantas diperoleh oleh PDIP karena partai ini dengan tokohnya seperti Megawati adalah korban dari represi yang dilakukan oleh Orde Baru.

“Partai politik muncul karena ada momentum. Dan momentum ini tidak bisa direkayasa,”kata Saiful kepada fajar.co.id, Kamis (18/8).

Faktor kedua adalah basis sosiologis. Saiful menjelaskan bahwa ada 42 partai yang berdiri dan mendaftar ke Pemilu. Jumlah ini tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan Pemilu 1999 di mana yang lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum dan secara resmi ikut Pemilu ada 48 partai.

  • Bagikan