Olahraga Beladiri Tapak Suci Mendunia, Ini Bukti Sesepuh Kita Merawat Budaya Bangsa Indonesia

Jumat, 6 Agustus 2021 15:56

“Sebelum berdirinya tapak suci di Tahun 1872, di Banjarnegara lahir seorang putera dari K.H.Syuhada, yang kemudian diberi nama Ibrahim, Ibrahim kecil memiliki karakter yang berani dan tangguh sehingga disegani oleh kawan-kawannya. Ibrahim belajar pencak dan kelak menginjak usia remaja telah menunjukkan ketangkasan pencak silatnya, Setelah menjadi buronan Belanda, Ibrahim berkelana hingga sampai ke Betawi, dan selanjutnya ke Tanah Suci,” ujarnya.

Sambungnya lagi, bahwa sekembalinya dari Tanah Suci menikah dengan puteri K.H.Ali Ibrahim kemudian mendirikan Pondok Pesantren Binorong di Banjarnegara, Sepulang dari ibadah haji, Ibrahim masih menjadi buronan Belanda, sehingga kemudian berganti nama menjadi KH.Busyro Syuhada, Pondok Pesantren Binorong berkembang pesat diantara santri-santrinya ialah Achyat adik Misan Ibrahim, M. Yasin adik kandung dan Soedirman yang kelak menjadi Jenderal Besar yaitu Jenderal Sudirman.

“Tahun 1921 dalam konferensi Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, KH. Busyro bertemu pertama kali dengan dua kakak beradik ; A.Dimyati dan M.Wahib. Diawali dengan adu kaweruh antara M.Wahib dengan Achyat (kelak berganti nama menjadi H. Burhan), selanjutnya kedua kakak beradik ini mengangkat KH. Busyro sebagai Guru,”tuturnya.

Jadi kata dia lagi, Kelahiran Tapak Suci Atas desakan murid-murid Perguruan Kasegu kepada Pendekar Moh. Barrie Irsyad, untuk mendirikan satu perguruan yang mengabungkan perguruan yang Sejalur (Cikauman, Seranoman dan Kesegu). Perguruan Tapak Suci berdiri pada tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Ketua Umum pertama Tapak Suci adalah H.Djarnawi Hadikusumo.

Komentar

VIDEO TERKINI