Hadiri Seminar Indonesia Internasional Nickel And Cobalt Industry Chain Summit, Gubernur Sultra Paparkan Produksi Nikel Sultra

  • Bagikan

“Pada periode Januari hingga Oktober 2022, total ekspor nickel Sultra mencapai 4,8 milliar US Dollar, dengan total volume ekspor mencapai 2,2 juta ton (berdasarkan data BPS Sultra). nilai dan volume ini meningkat masing-masing 36 % dan 24 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya”, lanjutnya.

Selain itu Gubernur Ali Mazi juga menyampaikan ada beberapa tantangan yang dihadapi. Pertama sentimen dan situasi geopolitik dunia, kebijakan perdagangan internasional masing-masing negara penghasil, negara-negara importir nikel maupun negara-negara pengguna/calon pengguna kendaraan listrik.

“Kedua, nilai ekspor yang tinggi sebagai dampak hilirisasi nikel ternyata belum berdampak banyak pada perekonomian daerah. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi Sultra yang berada di kisaran 5-6 %, sedangkan daerah penghasil lain seperti Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Maluku Utara (Malut) jauh di atas angka tersebut,”jelasnya.

Lebih lanjut Ali Mazi menambahkan bahwa selain dana bagi hasil PNBP SDA pertambangan, penerimaan pajak juga tidak tinggi akibat belum optimalnya penerimaan pajak di kawasan pertambangan. Akibatnya, nilai tambah sektor pertambangan tidak begitu terasa meski ekspor terus melejit. hal ini dapat terjadi pada hilirisasi tahap awal dan dapat menjadi stagnan apabila hilirisasi tidak ditingkatkan ke tahap selanjutnya.

“Keempat, upaya peningkatan sektor di luar pertambangan karena struktur yang timpang, berbahaya bagi ekonomi daerah. saat sektor pertambangan mandek, maka sektor-sektor lain akan ikut tertahan yang membuat masyarakat merasakan dampak buruknya. Padahal, sektor pertanian dan kelautan adalah dua sektor utama yang menopang perekonomian daerah selama ini,”terangnya.

  • Bagikan